MAD IndonesiaMusik, selebriti, dan budaya pop
Hiburan

Pasukan 1000 Janda: Atiqah Hasiholan Pimpin Pasukan Perempuan Lawan Penjajah

via Instagram @atiqahhasiholan

Sutradara Archie Hekagery membawa kisah epik perjuangan Laksamana Malahayati dan Pasukan Inong Balee ke layar lebar lewat film fantasy action berjudul Pasukan 1000 Janda. Film produksi Manara Films ini menceritakan perjuangan perempuan di Tanah Aceh yang berusaha mengusir penjajah yang ingin menduduki wilayah mereka dengan semangat juang para perempuan yang tengah berduka.

Ceritanya berfokus pada Laksamana Malahayati, yang diperankan oleh Atiqah Hasiholan, yang harus kembali ke medan perang setelah suaminya gugur. Malahayati memimpin perempuan-perempuan lain yang juga kehilangan suami mereka untuk dilatih menjadi ahli bela diri, mahir menggunakan senjata, dan bergerilya di wilayah pesisir. Pasukan inilah yang kemudian dikenal sebagai Pasukan Inong Balee.

Aksi Laga yang Modern dan Megah

Film ini menggunakan pendekatan modern untuk menghidupkan sejarah, lengkap dengan adegan pertempuran dramatis mulai dari duel satu lawan satu hingga penghancuran kapal sebagai puncak cerita. Archie Hekagery menyebutkan bahwa film ini adalah tontonan keluarga yang menyajikan aksi laga kolosal.

Menurut Archie, sosok Laksamana Malahayati dan Pasukan Inong Balee membuktikan bahwa rasa duka bisa bertransformasi menjadi kekuatan besar untuk bangkit dan mempertahankan tanah air. Hal ini diperkuat oleh Cut Mini, pemeran Maisaroh, yang menilai bahwa air mata kehilangan justru bisa menjadi booster bagi perempuan untuk bangkit menjadi pejuang tangguh.

Totalitas Pemain di Balik Layar

Atiqah Hasiholan harus menjalani workshop action selama tiga bulan untuk peran ini, termasuk belajar menggunakan rencong. Atiqah bercerita bahwa ini adalah film action pertamanya, di mana ia melakukan adegan laga menggunakan tali sling di atas kapal dan duel satu lawan satu dengan aktor laga internasional, Ron Smoorenburgh.

Selain Atiqah dan Cut Mini, Pasukan Inong Balee juga diperankan oleh Tasha Siahaan, Fergie Brittany, dan Ully Triani. Jajaran pemain lainnya meliputi Emil Kusumo, Vincent Verhaag, Hans de Kraker, Dafina Jamasir, Syaura Salsabila, Muzakki Ramdhan, serta Ron Smoorenburgh, aktor asal Belanda yang pernah menjadi lawan main Jackie Chan di film Who Am I?.

Latar Sejarah dan Plot Cerita

Kisah ini mengambil latar di Selat Malaka. Pada tahun 1599, ancaman baru muncul dari armada Belanda di bawah pimpinan Admiral Cornelis yang kejam. Pasukan Belanda menebar teror, membakar desa, dan memburu rakyat Aceh hingga banyak lelaki tewas di medan perang.

Di tengah keputusasaan dan hilangnya sosok Malahayati yang sebelumnya berhasil mengusir Portugis, para perempuan yang ditinggalkan suami mereka bangkit membentuk pasukan janda untuk mempertahankan rumah mereka. Mereka bersiap menghadapi pasukan Belanda yang jauh lebih kuat, mengungkap fakta bahwa Malahayati sebenarnya tidak pernah benar-benar pergi.

Film yang diproduseri oleh Yuda Wirafianto, dengan ko-produser Mifta Nur Rizki dan produser eksekutif Bunga Mentari ini, dijadwalkan tayang di bioskop Indonesia mulai 12 November 2026. Jujur, ide mengubah duka jadi kekuatan buat lawan penjajah itu keren banget dan terasa sangat powerful buat kita semua.

Dengan informasi dari sumber publik, Wikipedia, YouTube, Instagram, dan TikTok.

Tonton berita ini dalam bentuk video