MAD IndonesiaMusik, selebriti, dan budaya pop
Hiburan

Kanye West guncang GBK, Dishub DKI Jakarta sampai rekayasa jalanan

Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta sudah resmi memberlakukan rekayasa lalu lintas situasional di kawasan Gelora Bung Karno (GBK). Langkah ini diambil buat mengantisipasi kepadatan kendaraan yang bakal terjadi imbas konser Kanye West bertajuk Ye Live In Jakarta pada Sabtu, 24 Oktober 2026 malam.

Detail pengalihan arus jalan utama

Biar arus kendaraan di sekitar lokasi tetap lancar, sejumlah ruas jalan utama yang mengitari area stadion mengalami penyesuaian. Jalanan yang terdampak meliputi Jalan Gerbang Pemuda, Jalan Asia Afrika, sampai Jalan Pintu Satu Senayan. Kita harus ekstra hati-hati melihat rute yang sudah diatur ulang ini.

Buat pengendara yang datang dari arah selatan atau kawasan Blok M dan mau menuju Slipi maupun Tanah Abang, laku kendaraan diminta melipir lewat Jalan Sultan Iskandar Muda. Setelah itu, putar arah di depan Gandaria City, lalu lanjut menyusuri Jalan Teuku Nyak Arief dan Tentara Pelajar. Dari titik tersebut, arus bisa diteruskan ke Jalan Penjernihan I kalau mau ke arah utara, atau lewat Jalan Letjen S. Parman untuk menuju arah barat.

Sementara itu, bagi yang bergerak dari Blok M menuju arah timur atau Kampung Melayu, rutenya dialihkan melintasi koridor Senopati, Kapten Tendean, sampai akhirnya tembus ke Jalan Raya Casablanca. Jangan sampai salah belok ya!

Rute alternatif dari utara, barat, dan timur

Untuk arus dari arah utara, kendaraan dari Tanah Abang maupun Bundaran HI yang tujuannya ke Blok M diarahkan menyisir Jalan Penjernihan I dan Pejompongan Raya, baru kemudian masuk ke Tentara Pelajar. Pengguna jalan dari arah barat atau Slipi yang mau ke selatan juga dialihkan menyusuri Tentara Pelajar, masuk ke kawasan Pakubuwono VI, lalu lanjut ke Panglima Polim.

Kabar baiknya, pergerakan dari Slipi ke arah timur seperti Pancoran atau Cawang tetap diarahkan langsung melintasi Jalan Gatot Subroto dan berlanjut ke MT Haryono. Begitu juga sebaliknya, kendaraan dari timur yang mau ke Blok M atau memutar ke Slipi bisa mengambil jalur MT Haryono, masuk ke Kapten Tendean, Wolter Monginsidi, hingga sampai di Trunojoyo.

Skenario bubaran konser dan imbauan Dishub

Dishub juga sudah menyiapkan skenario pengalihan arus buat mengurai penumpukan massa setelah konser selesai. Mulai pukul 01.00 WIB pada Minggu, 25 Oktober 2026 dini hari, laju kendaraan dari arah Jalan Gatot Subroto yang mengarah ke Jalan Gerbang Pemuda maupun Flyover Ladokgi bakal dialihkan menuju rute alternatif.

Lewat keterangan resminya, otoritas lalu lintas ibu kota memperingatkan warga yang tidak punya kepentingan di lokasi agar sebisa mungkin menghindari kawasan Senayan. Lewat akun Instagram resminya, Dishub DKI Jakarta mengimbau pengguna jalan untuk menyesuaikan rute perjalanan dan tetap mematuhi aturan lalu lintas yang telah ditetapkan.

Opsi transportasi dan kantong parkir

Buat penonton yang tidak membawa kendaraan pribadi, mobilitas sudah dijamin karena layanan operasional MRT Jakarta diperpanjang secara khusus hingga pukul 01.30 WIB. Selain itu, pemerintah menyediakan armada shuttle bus yang beroperasi mulai pukul 23.00 WIB hingga 01.30 WIB untuk mengangkut penonton dari Pintu 10 GBK menuju Terminal Blok M.

Sedangkan untuk layanan bus Transjakarta, operasionalnya dipastikan tetap berjalan normal. Namun, ritme bus akan menyesuaikan bila terjadi pengalihan arus di lapangan.

Bagi penonton yang tetap membawa kendaraan roda dua maupun roda empat, tidak perlu pusing cari tempat penitipan. Tersedia 19 titik kantong parkir resmi dengan kapasitas masif. Belasan lokasi parkir ini tersebar mulai dari area sekitar GBK seperti FX Sudirman, Plaza Senayan, dan Senayan City, hingga meluas ke kantong parkir Lot 17 SCBD. Tidak hanya itu, gedung-gedung perkantoran dan mal di area pusat kota juga disiagakan, seperti Grand Indonesia, Menara BCA, dan Thamrin Nine Complex.

Kira-kira kalian sudah siap tempur menghadapi macetnya Senayan demi Ye?

Dengan informasi dari sumber publik, Wikipedia, YouTube, Instagram, dan TikTok.