MAD IndonesiaMusik, selebriti, dan budaya pop
Selebriti

Tips Anti-Galau ala Kimberly Ryder

via Instagram @kimbrlyryder

Menurut Kimberly, kunci pertama adalah tidak terlalu fokus pada kerumitan masalah yang datang. Kedengarannya simpel, tapi ini jujur aja seringkali jadi tantangan terbesar buat kita semua. Masalah yang sebenernya bisa diselesaikan dalam dua langkah, eh malah jadi monster raksasa di kepala karena terlalu lama dipikirkan tengah malam. Tapi Kimberly punya filosofi yang cukup menenangkan: setiap orang punya takaran beban dan perjuangannya masing-masing, jadi nggak ada gunanya merasa paling menderita sedunia — atau sebaliknya, meremehkan beban orang lain.

Saat ditemui di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, ia menyampaikan bahwa dirinya selalu berusaha melihat sisi positif dari setiap situasi dan belajar menjadi lebih baik setiap harinya. "Pasti semua orang juga melewati kesulitan yang berbeda-beda. Tapi kalau aku sendiri, kita mencoba untuk melihat dari poin positifnya, setiap hari belajar untuk lebih baik lagi," katanya. Kita yang tiap pagi sudah hampir mengamuk gara-gara nyari kaus kaki sebelah, sementara Kimberly bisa dengan tenang fokus cari poin positif — emang beda level pendekatannya.

Dari istri, ibu, sampai perempuan mandiri: tetap waras itu perjuangan nyata

Proses pendewasaan diri, menurut Kimberly, menuntut kita untuk terus bangkit tanpa harus terpuruk pada kesalahan masa lalu. Dan ini bukan sekadar slogan motivasi yang enak diucapkan tapi susah dijalankan — ia sendiri yang menerapkannya dalam semua perannya sekaligus: sebagai perempuan mandiri, sebagai istri, dan sebagai ibu. Bayangin beban koordinasinya. Aktif di dunia hiburan, punya dua anak, dan tetap harus hadir penuh di setiap peran itu. Bukan hal yang bisa dilakukan dengan autopilot.

Yang menarik, Kimberly memasukkan kata 'waras' sebagai salah satu target hidupnya — bukan prestasi karier, bukan angka tertentu di rekening. Ia menegaskan tekadnya untuk terus mencoba dan menjadi lebih baik di setiap peran yang ia jalani, "supaya lebih baik lagi ke depannya, lebih waras lagi." Dan jujur, 'lebih waras' itu kadang definisinya cuma bisa napas lega setelah anak tidur, atau makan tanpa sambil mikirin to-do list besok. Kecil, tapi nyata.

Bersyukur: bukan jurus ajaib, tapi jurus pribadinya

Lalu, apa langkah konkret untuk berdamai dengan keadaan? Kimberly punya satu jawaban pamungkas: rasa syukur. Tapi yang bikin jawabannya ini tidak langsung terasa klise adalah cara ia menyampaikannya. Ia menyadari betul bahwa formula hidup yang ia jalani belum tentu cocok untuk semua orang, dan ia sama sekali tidak berniat menggurui siapa pun.

"Tidak semua orang bisa menganggap ini hal yang terbaik buat mereka, tapi ini cara aku sendiri sih, untuk mencoba untuk banyak bersyukur saja," ujarnya, lalu menambahkan dalam satu frasa singkat yang justru paling jujur: 'it doesn't work for everybody.' Kakak dari Natasha Ryder ini tampaknya paham betul bahwa satu resep tidak berlaku untuk semua dapur.

Fokus pada hal-hal baik yang masih dimiliki, menurutnya, adalah benteng terkuat untuk terus melangkah maju. "Buat aku sendiri, cara aku sendiri adalah ya sudah, banyak bersyukur saja. Ada banyak hal yang harus disyukuri di dalam kehidupan aku, kita ambil yang positifnya saja," pungkasnya.

Tips dari Kimberly ini memang terdengar sederhana di permukaan, tapi praktiknya butuh effort dan konsistensi yang tidak sedikit. Di tengah hiruk pikuk hidup sehari-hari dan tekanan konstan dari berbagai penjuru yang selalu menampilkan versi terbaik orang lain, bersyukur itu kadang butuh perjuangan lebih dari sekadar melek mata dan bilang 'alhamdulillah' di pagi hari. Perlu latihan, perlu niat, dan perlu kesadaran untuk berhenti membandingkan takaran beban sendiri dengan orang lain. Jadi, setelah dengar wejangan dari Kimberly ini, kamu langsung semangat buat lebih waras — atau masih bisa menghela napas sambil bilang, 'Ah, iya ya... besok deh'?

Dengan informasi dari sumber publik, Wikipedia, YouTube, Instagram, dan TikTok.