MAD IndonesiaMusik, selebriti, dan budaya pop
Selebriti

Tya Ariestya santai jadi ibu kos, tanpa target dan tanpa drama

Kebanyakan artis kalau mau bisnis sampingan, pilihannya nggak jauh-jauh dari restoran kekinian, brand skincare, atau koleksi fashion yang namanya pakai inisial mereka sendiri. Formula itu sudah terbukti, sudah ada template-nya, dan paling penting: kelihatan keren di feed Instagram. Tapi Tya Ariestya? Dia memilih jalur yang jauh lebih membumi — dan sejujurnya, mungkin justru lebih masuk akal secara bisnis: jadi ibu kos.

Bukan ibu kos yang sekadar tempel nama di pintu gerbang terus tinggal nunggu transfer bulanan, lho. Tya beneran ngurusin anak-anak kosnya sendiri, dan yang lebih mengejutkan lagi, dia mengaku menikmati banget peran itu. Saat ditemui di Studio Trans TV, Mampang, Jakarta Selatan, dia mengungkapkan kabar gembira bahwa kamar-kamar kosannya kini sudah penuh terisi. "Alhamdulillah. Alhamdulillah ya," katanya — dan kita bayangkan saja ekspresi senyum sumringah khas ibu kos yang baru dapat pelunasan uang kos tepat waktu, tanpa perlu ditagih berkali-kali.

Dari layar kaca ke depan pintu kamar kos

Yang paling bikin geleng-geleng adalah betapa chill-nya Tya soal semua ini. Di industri hiburan yang penuh orang berlomba-lomba menunjukkan betapa sibuk dan betapa suksesnya mereka, Tya malah bilang jadi ibu kos itu bukan sesuatu yang spesial atau perlu dilebay-lebaykan. "Ya banyaklah ibu-ibu kos mah biasa-biasa aja. Bukan sesuatu yang kayak gimana-gimana. Banyak di luar sana juga ibu kos-ibu kos lain banyak. Jadi gak ada sesuatu yang spesial sih. Cuma ngurusin banyak anak kos aja palingan," tuturnya.

Kalimat itu pendek, jujur, dan — kalau kamu pikir-pikir lagi — lumayan refreshing. Dia tidak sedang membangun narasi bahwa dirinya adalah artis-pebisnis visioner yang mengubah industri properti. Dia cuma punya kos, kosnya sudah penuh, dan hidupnya baik-baik saja. Titik.

Soal kendala? Hampir nggak ada, katanya. Tya mengaku menjalani semuanya dengan santai dan menikmati prosesnya — persis seperti ibu kos pada umumnya, hanya saja yang satu ini kebetulan juga sering muncul di televisi.

Tidak ada target, tidak ada masalah

Kalau kamu berharap ada bagian di mana Tya mengumumkan rencana ekspansi besar-besaran — jaringan kos premium se-Jabodetabek, aplikasi pemesanan kamar berbasis AI, atau setidaknya slide deck yang sudah disiapkan untuk pitching ke investor — kamu akan kecewa. Tya nggak punya semua itu, dan dia juga nggak merasa perlu punya.

Soal rencana mengembangkan bisnis kos-kosannya, dia mengaku belum memiliki target khusus sama sekali. Tidak ada ambisi untuk menambah jumlah kamar dalam waktu dekat, tidak ada roadmap jangka lima tahun, dan tidak ada tekanan untuk terus scaling up. "Gak ada target. Kita let it flow aja. Kalau aku gak ada target sih," pungkasnya.

Di era hustle culture yang setiap hari nyuruh kita untuk grind harder, diversifikasi portofolio, dan maksimalkan passive income sebanyak-banyaknya, sikap Tya ini terasa seperti angin segar — bukan dari AC unit split kamar kos lantai atas, tapi dari kipas angin lawas kamar kos lantai dua yang masih dingin juga ternyata.

Bisnisnya jalan. Kamarnya penuh. Dia santai. Tidak ada drama, tidak ada keluhan, tidak ada ambisi yang belum tercapai. Dalam skala prioritas kehidupan, Tya sepertinya sudah menemukan titik seimbang antara karier di dunia hiburan dan urusan receh-tapi-nyata seperti memastikan anak kos bayar tepat waktu. Dan jujur saja — siapa di antara kita yang tidak mau hidup kayak gitu?

Dengan informasi dari sumber publik, Wikipedia, YouTube, Instagram, dan TikTok.