Versi Indonesia 'Descendants of the Sun' Resmi Dijual ke Pasar Dunia Lewat Busan!

Di belakang kamera, ada Hanung Bramantyo sebagai sutradara, dengan skenario yang ditulis oleh Haqi Achmad. Dua nama ini bukan nama sembarangan di industri perfilman Indonesia: Hanung adalah salah satu sutradara paling produktif dan berani di negeri ini, sementara Haqi Achmad sudah lama dikenal sebagai penulis skenario yang fasih meracik kisah yang mengena di hati penonton lokal. Kolaborasi keduanya di proyek berskala internasional ini layak jadi tontonan tersendiri—bahkan sebelum filmnya rilis.
Di depan kamera? Reza Rahadian dan Dian Sastrowardoyo sebagai pasangan utama. Drama Korea DOTS aslinya tayang sebanyak 16 episode pada 2016 dan jadi fenomena global. Versi Indonesia memilih format berbeda: bukan serial televisi, tapi film layar lebar—sebuah keputusan yang sekaligus jadi tantangan besar, karena seluruh emosi dan kedalaman karakter harus muat dalam satu durasi bioskop.
Bukan sekadar remake biasa, ini adaptasi bebas ala Hanung!
Hanung Bramantyo sudah menegaskan bahwa proyek ini bukan sekadar remake adegan demi adegan, melainkan sebuah free adaptation yang disesuaikan dengan konteks dan realitas sosial di Indonesia. Jadi jangan expect plek ketiplek sama versi aslinya—karena memang bukan itu yang diincar.
Benang merah ceritanya tetap mempertahankan benturan dua dunia yang berbeda: dunia militer yang bertugas menjaga keamanan negara, dan dunia medis yang berfokus menyelamatkan nyawa. Tapi latar konflik dan penokohannya bakal dirombak agar penonton lokal benar-benar bisa merasakan kedekatan dengan cerita yang dihadirkan. Pendekatan adaptasi seperti ini bukan hal mudah—terlalu jauh dari sumber aslinya bisa menuai protes, terlalu dekat malah terasa basi. Hanung memilih jalur tengah yang penuh risiko, dan justru di situlah menariknya.
Dari Jakarta ke Busan: menembus pasar global!
Proyek ini bukan kolaborasi kecil-kecilan. Selain Dapur Film dari Indonesia, ada keterlibatan studio Korea seperti NEW (Next Entertainment World)—pemegang hak cipta asli drama tersebut—serta Barunson C&C, RFA, NEWKO Global Entertainment, dan beberapa mitra lainnya. Fondasi produksi dan distribusinya sudah diperkuat dengan jaringan internasional yang serius.
Untuk distribusi domestik di Korea Selatan, hak distribusinya ditangani oleh Contents Panda, anak perusahaan NEW. Sementara Barunson E&A memegang kendali atas lisensi penayangan di pasar global. Ini bukan cuma soal satu film—ini tentang seberapa jauh industri film Indonesia mampu melangkah di panggung dunia. Dan langkah kali ini terasa lebih besar dari sebelumnya.
Para bintang pendukung yang bikin melongo
Nggak cuma Reza dan Dian, film ini juga diperkuat Eva Celia dan Yoshi Sudarso sebagai second lead. Casting-nya terasa matang dan bukan sekadar tempel nama besar.
Siap-siap baper maksimal tahun 2027!
Proses syuting dilaporkan sudah selesai dan film kini memasuki tahap pascaproduksi. Jadi tinggal menunggu hasilnya jadi film utuh—sambil siapin tisu dan popcorn dari sekarang, karena kombinasi cerita cinta, konflik militer-medis, dan cast sekuat ini bisa berbahaya bagi ketahanan perasaan.
Descendants of the Sun versi Indonesia dijadwalkan tayang perdana di bioskop pada 2027. Memang masih agak lama, tapi kalau melihat skala kolaborasi, ambisi para pembuatnya, dan jajaran nama di balik dan di depan kamera—rasanya worth it banget buat ditunggu. Siapa yang udah mulai hitung mundur?
