Boncos ratusan juta! mimpi punya apartemen Ana Riana jadi horor mangkrak

Ana Riana, wajahnya sering banget wara-wiri di layar kaca, dari sinetron hits sampai jadi MC di program The New Eat Bulaga! Indonesia. Kerja keras banting tulang buat ngeraih impian — itu gambaran yang wajar soal artis seperti dia. Makanya, pas suaminya, Willy Alvian, curhat di media sosial soal boncos ratusan juta gara-gara investasi apartemen mangkrak, sontak publik kaget campur miris. Kalau artis yang punya penghasilan lumayan aja bisa kena apes begini, gimana nasib kita-kita yang receh ini? Kisah Ana ini bukan cuma soal duit yang ilang, tapi juga jadi pengingat pahit buat semua yang bermimpi punya properti.
Dari brosur kinclong jadi setting film horor
Bayangin deh, kamu udah nabung mati-matian, kerja rodi siang malam, cuma buat wujudin mimpi punya apartemen modern. Eh, ujung-ujungnya properti impian kamu malah mangkrak dan lebih mirip setting film horor pasca-apokalips. Inilah nasib tragis Apartemen The Spring Residence di Ciputat — dari yang tadinya diiklankan sebagai hunian nyaman dan modern, kini jadi puing-puing yang ditinggal mati.
Kondisinya parah banget. Akses masuknya ditutup rapat pakai pagar besi setinggi dua meter, dilapisi spanduk lusuh sama triplek. Udah kayak nyembunyiin harta karun terlarang. Di balik pagar itu, pepohonan tinggi menjulang tumbuh liar, sementara marketing gallery-nya udah terbengkalai parah, kayak rumah hantu. Padahal, plang bertuliskan THE SPRING RESIDENCES masih mejeng pede di pinggir jalan, seakan ngingetin kita semua akan janji manis yang nggak pernah terealisasi. Sebuah kontras yang bikin hati nyeri.
Proyek apartemen ini dicanangkan dari tahun 2012 oleh PT Kembang Sari Buana, anak usaha dari PT Gading Development Tbk, dan mulai dibangun pada 2015. Tapi semua mimpi itu ambyar di tahun 2024 — pembangunan berhenti total dan pengembangnya dinyatakan pailit. Padahal, menurut para konsumen, pengerjaannya sudah 70–80 persen rampung. Tinggal dikit lagi! Ini kan bikin frustrasi para pembeli yang udah ngarep banget bisa pindah.
Duit ratusan juta Ana Riana ambyar gitu aja
Nah, di sinilah kisah pilu Ana Riana bermula. Tahun 2015, dia beli unit dua kamar seharga sekitar Rp 550 jutaan — sebuah investasi besar yang diimpikan bakal jadi aset masa depan. Total uang yang udah disetor Ana ke pengembang secara bertahap mencapai Rp 315 juta, hasil keringat kerja keras jadi MC di The New Eat Bulaga! Indonesia, dengan cicilan Rp 22,5 juta per bulan. Itu setara gaji bulanan banyak orang.
Tapi apa daya, mimpi indah itu berubah jadi mimpi buruk. Apartemen yang dibeli nggak pernah jadi. Pas proyeknya mangkrak, Ana Riana cuma dapat refund Rp 30 juta ditambah kompensasi 8 persen dari total uang yang udah disetor, atau sekitar Rp 25 jutaan. Jadi total yang balik ke tangannya sekitar Rp 55 juta dari Rp 315 juta yang disetor. Ibarat beli mobil baru, pas sampai rumah cuma dikasih ban serep doang.
Kompensasi nggak ngotak dan pengembang yang menghilang
Yang bikin makin gondok, ternyata bukan cuma Ana Riana yang jadi korban. Banyak konsumen lain juga senasib — uang mereka nggak dikembalikan 100 persen, malah cuma ditawari kompensasi 8 persen dari nilai investasi yang udah mereka keluarkan. Delapan persen? Seriusan ini? Ini bukan kompensasi, ini lebih mirip uang lelah yang nggak seberapa.
Yang lebih parah lagi, pihak pengembang PT Kembang Sari Buana dan induk perusahaannya PT Gading Development Tbk sampai sekarang masih bungkam seribu bahasa. Wartawan sudah mencoba menghubungi mereka lewat email yang tercantum di laman Indonesia Stock Exchange, tapi hasilnya nihil — nggak ada tanggapan sama sekali. Kayak ditelan bumi.
Kisah Ana Riana ini jadi pelajaran pahit buat kita semua: jangan gampang tergiur janji manis properti, apalagi kalau rekam jejak pengembangnya nggak jelas. Teliti sebelum membeli, karena boncos ratusan juta bukan perkara sepele. Semoga ada keadilan buat Ana Riana dan semua korban lain — dan semoga pengembangnya nggak terus pura-pura jadi hantu.
