MAD IndonesiaMusik, selebriti, dan budaya pop
Gaya hidup

Stop lemes! kenalan sama ferritin, si penyelamat mood dan rambut badai kamu

Pexels

Pernah nggak sih bangun tidur udah ngerasa capek duluan? Atau lagi asyik scroll medsos, tiba-tiba otak rasanya lemot banget, susah fokus? Jangan-jangan rambutmu juga rontoknya udah kayak musim gugur, atau kuku gampang patah padahal udah rajin pakai vitamin kuku mahal. Kalau iya, bestie, kamu nggak sendirian. Masalah-masalah ini sering banget dirasakan anak muda, dan kita sering nebak ah paling kurang tidur atau stres. Tapi ada satu protein di tubuh kita yang perannya nggak kaleng-kaleng buat bikin kamu tetap energik dan cetar: namanya ferritin.

Ferritin mungkin jarang kamu dengar dibanding vitamin C atau kolagen. Padahal perannya krusial banget buat kesehatan dan penampilan secara keseluruhan. Ferritin itu semacam gudang penyimpanan zat besi di dalam tubuh. Kalau gudangnya kosong atau minim, otomatis suplai energi buat sel-sel tubuh juga ikutan seret. Efeknya? Banyak banget — mulai dari badan gampang lemas, susah konsentrasi, mood swing, sampai masalah hormon. Dan yang paling bikin kesal, ferritin juga punya andil besar dalam urusan rambut dan kuku. Makanya, kalau kamu udah coba berbagai perawatan luar tapi hasilnya gitu-gitu aja, mungkin masalahnya ada di dalam tubuhmu.

Kenali tanda-tanda ferritin kamu nggak beres

Gejala ferritin rendah sering banget menyamar jadi hal-hal umum. Capek atau lemas itu udah pasti — bahkan ketika kadar hemoglobin dicek dan hasilnya normal sekalipun. Ini bukan capek biasa; ini capek yang bikin kamu mager seharian, nggak semangat buat ngapa-ngapain. Susah konsentrasi juga jadi alarm penting. Kamu jadi gampang lupa, otak rasanya nggak nyambung buat mikir, apalagi kalau lagi kuliah atau kerja. Buat cewek-cewek, ferritin rendah bisa bikin siklus menstruasi jadi nggak teratur dan memengaruhi keseimbangan hormon secara umum.

Ferritin tugasnya menyalurkan zat besi ke seluruh bagian tubuh, termasuk otak, otot, dan organ-organ vital lainnya. Otak butuh zat besi buat berfungsi optimal — kalau suplainya minim, wajar dong kalau konsentrasi buyar dan mood jadi amburadul. Otot juga butuh zat besi buat kekuatan dan daya tahan, jadi kalau ferritin rendah, kamu jadi gampang ngos-ngosan pas olahraga, bahkan buat jalan santai aja rasanya berat. Jadi, jangan sepelekan sinyal-sinyal lemes itu. Itu bukan cuma tanda kamu kurang liburan, tapi bisa jadi tubuhmu lagi minta bantuan.

Bukan cuma muka, rambut dan kuku juga butuh ferritin!

Nah, ini yang mungkin bikin banyak dari kamu kaget. Selama ini sibuk pakai serum rambut ini itu atau vitamin kuku mahal-mahal, tapi rontok atau patah terus? Ternyata ferritin punya peran langsung buat kesehatan rambut dan kuku. Kadar ferritin yang rendah bisa jadi biang kerok utama rambut rontok parah, rambut kering, gampang patah, dan nggak berkilau. Sama halnya dengan kuku — kalau ferritin kurang, kuku jadi rapuh, gampang pecah, atau terlihat nggak sehat.

Mempertahankan kadar ferritin yang cukup penting banget buat proses regenerasi dan kekuatan rambut serta kuku. Kalau kadarnya normal, rambut bisa tumbuh lebih kuat dan nggak gampang rontok, kuku juga jadi lebih kokoh. Jadi, daripada cuma fokus sama perawatan luar, jangan lupa kasih makan tubuhmu dari dalam. Percuma kan, kalau luarnya kinclong tapi di dalamnya lagi kelaparan?

Biar ferritin nggak mager, gimana caranya?

Yang paling utama adalah lewat nutrisi. Perbanyak konsumsi makanan yang kaya zat besi, seperti daging merah, daging ayam, ikan, telur, dan sayuran hijau gelap seperti bayam. Kacang-kacangan dan biji-bijian juga bisa jadi pilihan yang bagus.

Selain itu, ada partner yang bisa bikin penyerapan zat besi makin maksimal, yaitu vitamin C. Sertakan buah-buahan atau sayuran yang kaya vitamin C setiap kali makan sumber zat besi — jeruk, kiwi, stroberi, paprika, atau brokoli, misalnya. Kombinasi ini penting karena vitamin C membantu tubuh menyerap zat besi dengan lebih efisien.

Kalau dari makanan saja dirasa belum cukup, kamu bisa mempertimbangkan suplemen zat besi — tapi harus di bawah pengawasan dokter. Kadar zat besi yang terlalu tinggi juga nggak baik buat tubuh, jadi konsultasi dulu sebelum minum suplemen apa pun. Yang paling penting adalah konsistensi dan pemantauan rutin. Nggak bisa cuma sekali usaha besar langsung beres — ini perjalanan panjang biar kamu tetap fit, energik, dan cetar badai luar dalam. Jadi, kapan terakhir kamu cek kadar ferritin?

Dengan informasi dari sumber publik, Wikipedia, YouTube, Instagram, dan TikTok.