Sara Wijayanto bikin ngakak media di sidang cerai perdana, tapi tetap bungkam!

Kabar mengejutkan datang dari pasangan selebriti yang selama ini dikenal membangun citra solid dan saling mendukung di depan publik: Sara Wijayanto resmi menggugat cerai Demian Aditya. Gugatan itu didaftarkan di Pengadilan Agama Jakarta Selatan pada 8 September 2026, dengan nomor perkara 3594/2026, dan Sara tercatat sebagai pihak penggugat melalui kuasa hukumnya. Setelah lebih dari dua belas tahun pernikahan — keduanya menikah pada 22 Mei 2014 — momen ini jelas bukan sesuatu yang mudah dicerna begitu saja oleh publik yang selama ini mengikuti perjalanan mereka berdua.
Sidang mediasi: Sara datang, Demian tidak
Sidang perdana digelar pada Kamis, 24 September 2026, di Pengadilan Agama Jakarta Selatan, dengan agenda mediasi. Sekitar pukul 11.00 WIB, Sara tiba di lokasi didampingi tim kuasa hukumnya. Begitu turun dari kendaraan, kehadirannya langsung jadi magnet bagi awak media yang sudah menunggu sejak pagi. Kamera, mikrofon, dan pertanyaan bertubi-tubi langsung menyambut — semuanya berharap mendapat keterangan soal gugatan yang sudah ramai diperbincangkan.
Sementara Sara hadir langsung, Demian Aditya tidak tampak di lokasi. Kehadirannya di sidang perdana ini hanya diwakili oleh seorang kuasa hukum. Apakah ini sinyal tertentu, atau memang sekadar strategi hukum biasa? Tidak ada yang bisa menjawab, karena tidak ada satu pun pihak yang buka suara soal substansi perkara.
Bungkam kelas satu, berbalut humor
Sara memilih tidak memberikan komentar apa pun soal gugatan cerainya. Tidak ada penjelasan soal alasan perceraian, tidak ada isyarat dramatis, tidak ada pernyataan emosional untuk dikutip media. Ekspresinya tenang, langkahnya mantap — seolah ia datang ke acara biasa, bukan sidang yang menyangkut dua belas tahun pernikahannya.
Namun di tengah desakan pertanyaan yang tak kunjung berhenti, Sara justru melempar candaan. Alih-alih merespons soal perceraian, ia malah mengomentari alas kaki salah satu jurnalis yang hadir — menyarankan agar si wartawan memakai sepatu yang nyaman supaya tidak tersandung dan terjatuh. Kalimat lengkapnya seperti ini: "Mbak besok kalau mau interview pakai sepatunya yang enak, gue ngeri dia keplitek, takut kejengkang."
Bayangin situasinya: suasana tegang, puluhan kamera menyorot, pertanyaan soal pernikahan yang hancur bertebaran di udara — dan Sara malah khawatir soal keselamatan kaki wartawan. Ini bukan sekadar bungkam biasa. Ini bungkam yang sudah naik level: terstruktur, humoris, dan sama sekali tidak memberi celah. Kalau ada olimpiade menghindar dari pertanyaan media, Sara kandidat kuat medali emas.
Pengacara pun tak banyak bicara
Salah satu pengacara Sara yang hadir juga memilih tidak banyak memberikan keterangan soal perkara. Satu-satunya hal yang disampaikan adalah permohonan doa untuk kedua belah pihak. "Doa yang terbaik saja buat kedua belah pihak, maaf ya, maaf ya," ujarnya sebelum berlalu. Singkat, sopan, dan sama sekali tidak informatif — tapi setidaknya konsisten dengan sikap kliennya.
Tak lama setelah memasuki gedung Pengadilan Agama Jakarta Selatan, Sara langsung bergegas kembali ke mobilnya dan meninggalkan lokasi. Tidak ada satu pun pertanyaan media yang terjawab soal perceraiannya dengan Demian, termasuk soal agenda mediasi hari itu.
Dua belas tahun dan satu tanda tanya besar
Sara dan Demian menikah pada 22 Mei 2014. Dua belas tahun adalah waktu yang panjang — cukup untuk membangun karier bersama, cukup untuk menciptakan citra publik sebagai pasangan yang solid, dan rupanya cukup juga untuk sampai di titik di mana salah satunya memutuskan mengajukan gugatan cerai. Selama ini keduanya sering tampil bersama dan saling mendukung di depan publik, yang membuat kabar ini terasa mengejutkan bagi banyak orang.
Tapi seperti yang Sara tunjukkan hari ini — dengan penuh ketenangan dan satu baris candaan soal sepatu — ada hal-hal yang memang tidak perlu dijelaskan kepada siapa pun. Untuk saat ini, yang bisa dilakukan publik hanyalah menunggu kelanjutan sidang. Dan mungkin, berharap wartawan yang besok hadir sudah memilih alas kaki yang lebih aman.
