Betrand Peto Diperiksa 4,5 Jam: Saksi Kunci atau Cuma Kebetulan Ada di TKP?

Kalian siap buat drama terbaru dari dunia hiburan Tanah Air? Kali ini, giliran Betrand Peto — yang akrab kita panggil Onyo — yang jadi sorotan. Bukan karena album baru atau jadwal syuting yang makin padat, tapi karena dia baru aja menjalani pemeriksaan di Polda Metro Jaya pada Senin, 21 September 2026. Dan sebelum kalian langsung loncat ke kesimpulan: Onyo hadir bukan sebagai tersangka, tapi sebagai saksi, gengs.
Pemeriksaan itu berlangsung di unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polda Metro Jaya, dan totalnya memakan waktu sekitar empat setengah jam. Empat. Setengah. Jam. Itu udah cukup buat nonton dua film panjang, nge-scroll TikTok sampai jari keriting, atau tidur siang yang sangat memuaskan. Onyo menjalaninya sambil didampingi tim kuasa hukumnya — sesuatu yang memang penting banget kalau kamu harus duduk di depan penyidik selama itu.
Malam Panjang di SCBD
Jadi begini duduk perkaranya. Kasus ini bermula dari laporan yang dilayangkan oleh seorang wanita berinisial DYP terhadap teman dekat Onyo, Bebby Hatami, atas dugaan penganiayaan. Onyo sendiri kebetulan berada di lokasi kejadian — sebuah klub malam di kawasan SCBD, Jakarta Selatan — saat keributan itu terjadi. Keberadaannya di sana itulah yang bikin penyidik perlu mendengar langsung versi cerita dari sudut pandangnya.
Kuasa hukum Onyo, Ezra, menjelaskan kepada awak media bahwa kliennya hadir untuk memenuhi panggilan dan memberikan keterangan sebagai saksi mata. Ezra juga mengungkapkan detail yang cukup bikin melongo: penyidik mencecar Onyo dengan sekitar 20 hingga 22 pertanyaan, dan sesi pemeriksaan itu berlangsung dari jam 03.00 sampai jam 07.30. Jam tiga pagi sampai setengah delapan pagi, loh. Di jam-jam itu kebanyakan orang masih tidur pulas atau baru mulai mikirin mau sarapan apa — Onyo malah lagi duduk manis merekonstruksi ingatan soal malam di SCBD kepada penyidik. Entah otaknya masih bisa optimal atau enggak, tapi dia tetap menjalaninya.
Rekonstruksi Malam Itu, Pertanyaan demi Pertanyaan
Pemeriksaan itu, menurut Ezra, berpusat pada satu hal: rekonstruksi aktivitas Onyo sejak peristiwa keributan di tempat kejadian perkara berlangsung, hingga dia akhirnya balik ke lokasi syuting. Jadi penyidik ingin tahu persis: Onyo ada di mana, kapan, dan ngapain aja malam itu. Wajar, karena dalam kasus seperti ini, keterangan saksi mata yang benar-benar ada di lokasi bisa jadi sangat krusial buat mengurai kronologi kejadian.
Dengan 20-an pertanyaan yang harus dijawab di tengah subuh buta, Onyo jelas butuh konsentrasi penuh. Ini bukan wawancara basa-basi di karpet merah — ini keterangan resmi di depan penyidik yang catatannya masuk berkas perkara.
Cuma Saksi, Bukan Pelaku, Bukan Target
Ezra sudah menegaskan posisi kliennya sejelas mungkin: saksi mata, titik. Bukan pelaku, bukan pula pihak yang dilaporkan. Onyo ada di sana, menyaksikan apa yang terjadi, dan kini diminta untuk menceritakan apa yang dia tahu kepada pihak berwenang. Statusnya murni sebagai saksi — dan itu penting banget untuk dipahami sebelum netizen buru-buru nge-judge atau menarik kesimpulan yang belum tentu sesuai fakta.
Kasus ini sekaligus jadi pengingat betapa rumitnya kehidupan selebriti muda di era digital. Niatnya mungkin cuma mau sejenak melepas penat dari jadwal syuting yang padat, tapi ketika keributan terjadi di sekitar kamu dan kamu kebetulan ada di sana, pilihan buat sekadar jadi penonton pun bisa berujung pada panggilan resmi dari kepolisian dan sesi marathon di ruang penyidik subuh-subuh. Satu momen — atau lebih tepatnya, sekadar berada di tempat dan waktu yang tidak tepat — langsung bisa jadi headline yang bikin jagat maya heboh.
Semoga kasusnya segera menemukan titik terang dan semua pihak mendapat keadilan yang semestinya. Dan untuk Onyo — setelah empat setengah jam dicecar pertanyaan dari subuh sampai pagi, semoga sempat tidur dulu sebelum balik ke set syuting. Soal apakah pengalaman absurd ini bakal menginspirasi sebuah lagu, kita tunggu saja diskografinya.
