MAD IndonesiaMusik, selebriti, dan budaya pop
Hiburan

Raim Laode Kantongi Tiga Nominasi AMI Awards, tapi Filosofinya soal Menang-Kalah Jauh Lebih Keren

Siapa sih yang nggak kenal Raim Laode? Namanya meledak di playlist jutaan orang berkat satu lagu: "Komang". Lagu itu bukan sekadar lagu cinta biasa. Liriknya yang jujur dan menyentuh langsung merangkul pendengar dari berbagai penjuru Indonesia, dan tiba-tiba Raim Laode jadi penyanyi yang karyanya bisa bikin satu negara baper serentak. Dari suara di balik lagu viral, kini namanya makin bersinar di panggung musik nasional.

Nah, kabar terbarunya: Raim berhasil mengantongi tiga nominasi di Anugerah Musik Indonesia (AMI) Awards, dan bukan yang kaleng-kaleng. Saat ditemui di kawasan Senayan, Jakarta, Senin (21/9/2026), Raim sendiri yang menyebut nominasinya: Penyanyi Solo Terbaik, Album Pop Terbaik, dan Album Terbaik. Nominasi kita alhamdulillah dapat tiga kita. Masya Allah bergengsi semua nominasinya, ungkapnya — dan ya, memang bergengsi semua.

Tiga nominasi bergengsi, Raim Laode tetap santuy

Persaingan di AMI Awards memang tidak main-main. Jajaran musisi papan atas yang masuk nominasi bukan orang sembarangan — mereka adalah nama-nama yang sudah bertahun-tahun mendominasi industri musik nasional. Wajar kalau banyak orang di posisi Raim merasa tertekan. Tapi Raim? Dia justru santai.

Baginya, bisa masuk nominasi saja sudah terasa seperti sebuah kemenangan. Dan dia punya filosofi yang cukup elegan untuk menjelaskan kenapa: AMI Award itu adalah sebaik-baik tempat untuk menang dan sebaik-baik tempat untuk kalah. Kalau kau menang, kau menang di tempat yang paling keren. Dan pun kamu kalah, kalah di tempat paling keren. Jadi AMI Award adalah tempat kau menang dan kau kalah di tempat yang semestinya. Low-key tapi tetap confident — ini definisi mental juara yang benar.

Ada satu hal lagi yang membuat nominasi ini terasa lebih bermakna bagi Raim: nama-nama yang disandingkan bersamanya di daftar nominasi adalah musisi-musisi yang musiknya sudah ia dengarkan sejak kecil. Tumbuh bersama karya mereka, lalu tiba-tiba berdiri sejajar di panggung yang sama — itu bukan pengalaman yang bisa dibeli. Kita tumbuh bersama musik-musiknya mereka, jadi sudah menanglah sebenarnya, tambah Raim. Kalimat itu sederhana, tapi beratnya terasa.

Angin segar untuk talenta Indonesia Timur

Tapi cerita Raim di AMI Awards tahun ini tidak hanya berhenti di soal nominasi pribadinya. Ada sesuatu yang lebih besar yang ia soroti — sesuatu yang menyangkut banyak orang lain yang mungkin tidak pernah punya kesempatan berdiri di panggung yang sama.

Raim menyambut hangat fakta bahwa AMI Awards kini makin memberi ruang luas bagi talenta-talenta dari Indonesia Bagian Timur. Baginya, ini adalah angin segar yang sudah lama dinantikan — bukan hanya oleh dirinya, tapi oleh banyak musisi daerah yang selama ini karyanya tak kalah kuat, tapi panggungnya terlalu sempit. Bagus, terutama ruang untuk kita orang-orang Indonesia Timur dibuka lagi ya. Kita tidak minta yang banyak-banyak, kita cuma minta setidaknya ada wajah kita setara dengan orang-orang di Indonesia bagian pada umumnya toh, jelasnya.

Permintaan yang sederhana, tapi signifikansinya dalam. Setara bukan berarti lebih — hanya ingin diperhitungkan dengan standar yang sama. Dan ketika Raim melihat rekan-rekan musisinya dari latar belakang yang serupa kini mendapatkan panggung yang sama besarnya, rasa harunya tidak bisa disembunyikan. Melihat teman-teman yang kulitnya sama dengan kami, rambutnya sama dengan kami, punya kesempatan di tempat yang ini... senang sekali, tuturnya.

Ini bukan sekadar momen personal. Ini adalah penanda bahwa industri musik nasional — pelan-pelan, tapi nyata — sedang bergerak ke arah yang lebih inklusif. Dan Raim Laode, dengan tiga nominasi di tangannya, berdiri di garis terdepan dari pergerakan itu.

Dengan Penyanyi Solo Terbaik, Album Pop Terbaik, dan Album Terbaik sebagai taruhannya, Raim membawa lebih dari sekadar namanya sendiri ke malam penghargaan. Dia membawa harapan banyak suara yang selama ini menunggu giliran untuk didengar. Kira-kira dari ketiganya, mana yang bakal dibawa pulang? Kita tungguin aja — tapi kalau kata Raim sendiri, dia sudah menang jauh sebelum malam itu tiba.

Dengan informasi dari sumber publik, Wikipedia, YouTube, Instagram, dan TikTok.