Vicky Prasetyo semprot artis dan influencer yang diam soal karhutla

Vicky Prasetyo meluapkan amarahnya lewat Instagram karena merasa banyak artis dan influencer papan atas memilih bungkam saat bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melanda sejumlah wilayah di Indonesia. Pria yang menjuluki dirinya Sang Gladiator ini mengkritik keras rekan-rekannya yang dinilai tidak punya empati di tengah kepulan asap yang merenggut nyawa.
Kondisi karhutla yang hebat dilaporkan masih mengepung berbagai titik di Kalimantan, Sumatra, Sulawesi, hingga Papua. Bencana ini tidak hanya merusak ekosistem, tapi sudah jadi krisis kemanusiaan karena warga terserang infeksi pernapasan akut, satwa mati terpanggang, hingga adanya korban jiwa dari kalangan bayi dan lansia. Bahkan, asapnya sudah sampai menyeberang ke Malaysia dan Singapura.
Vicky merasa ada kemunafikan dari para pemilik akun centang biru yang sangat responsif terhadap isu remeh-temeh. Giliran tren joget viral, isu selingkuh artis, atau pamer gaya hidup mewah, jari kalian paling lincah bikin konten. Tapi giliran hutan dibakar sampai langitnya menguning, kenapa bibir kalian mendadak kelu dan akun kalian membisu? semprot Vicky.
Ia mengingatkan bahwa orang-orang di lokasi bencana adalah manusia yang hak bernapasnya dirampas, bukan sekadar angka statistik. Vicky menyoroti bayi dan lansia yang paru-parunya diracuni di rumah sendiri, sementara hutan hangus dijarah korporasi dan satwa tidak punya area aman untuk lari.
Menurut Vicky, pemilik jutaan pengikut punya tanggung jawab moral yang besar. Kekuatan mereka dalam mengarahkan opini publik seharusnya dipakai untuk mendesak pemerintah agar lebih tegas dan cepat dalam menangani karhutla yang dinilai lamban.
Ia menyindir tajam pesohor yang hanya memanfaatkan rakyat demi panen viewers dan endorsement, namun pura-pura netral demi menjaga citra saat rakyat kecil sekarat kekurangan oksigen. Bagi Vicky, mereka bukan penonton biasa karena mereka adalah "rumah algoritma" yang satu unggahannya bisa menekan pengambil kebijakan.
Jujur ya, emang beneran kontras banget antara konten flexing sama kenyataan di lapangan yang lagi mencekam kayak gini. Masa iya punya jutaan followers tapi cuma buat joget doang?
