Kenapa konser Andrea Bocelli di Indonesia ditolak?

Satu kata: kacau. Rencana konser Andrea Bocelli yang seharusnya digelar di Candi Borobudur pada 31 Oktober 2026 dan di Jakarta pada 3 November 2026 berakhir dengan penolakan serta pencabutan rekomendasi izin. Padahal, kita sudah siap dengar suara emasnya secara live, tapi ternyata ada isu serius di baliknya.
Kenapa bisa sampai ditolak? Masalah utamanya adalah rekam jejak dukungan dan hubungan Andrea Bocelli dengan Israel. Hal ini dianggap melukai perasaan umat dan bertentangan dengan amanah Pembukaan UUD 1945, serta Fatwa MUI Nomor 83 Tahun 2023 tentang Hukum Dukungan Terhadap Perjuangan Palestina.
Siapa saja yang menolak?
Ada tiga pihak utama yang bikin rencana konser ini gagal total:
Pertama, MUI Pusat. Mereka secara resmi mengeluarkan pernyataan sikap Nomor: Kep-111/DP-MUI/X/2026 yang menolak tegas konser ini. MUI mendesak pemerintah buat membatalkan semua rencana konser demi menjaga kedaulatan budaya nasional dan prinsip dukungan terhadap Palestina.
Kedua, Polresta Magelang. Menanggapi aspirasi masyarakat, Wakapolresta Magelang, AKBP Bim Rekoaji, resmi mencabut surat rekomendasi izin kegiatan konser yang rencananya diadakan di kawasan Candi Borobudur.
Ketiga, gerakan BDS (Boycott, Divestment, Sanctions). Gerakan solidaritas global ini menyuarakan boikot, mirip dengan yang terjadi di Petra, Yordania. Mereka tegas bilang kalau cagar budaya ikonik nggak boleh jadi panggung buat figur yang pernah galang dana untuk pasukan pendudukan.
Sekilas tentang Andrea Bocelli
Buat yang belum tahu, Andrea Bocelli adalah penyanyi tenor, komposer, dan produser musik asal Italia yang lahir pada 22 September 1958. Kariernya meledak setelah didukung Luciano Pavarotti pada 1992. Dia makin terkenal lewat lagu "Time to Say Goodbye" bareng Sarah Brightman dan "The Prayer" bareng Celine Dion yang sampai menang Golden Globe. Album-albumnya bahkan sudah terjual lebih dari 65 juta kopi.
Bocelli punya cerita hidup yang tangguh. Dia lahir dengan congenital glaucoma dan mengalami kebutaan total saat usia 12 tahun karena kecelakaan saat main sepak bola. Tapi berkat motivasi ibunya, dia tetap bisa berprestasi di bidang hukum dan musik dunia.
Kalau kalian, masih mau nonton nggak kalau konsernya jalan?
