UNIS bubar jalan! Kontrak grup resmi tamat bulan ini

F&F Entertainment akhirnya bikin pengumuman yang lumayan bikin heboh jagat K-Pop Tanah Air. Secara resmi, mereka mengonfirmasi kalau kontrak girlband besutan mereka, UNIS, bakal berakhir pada 26 September 2026. Ibarat lagi enak-enak ngopi sore, eh tahu-tahu disodorin kabar pahit begini — padahal kita belum selesai hafal semua nama membernya.
UNIS debut resmi pada 27 Maret 2024 dengan mini album perdana bertajuk We UNIS. Dari sinilah petualangan dimulai: grup ini langsung tancap gas dengan merilis lagu-lagu yang berhasil mendarat di telinga pendengar Spotify, dua di antaranya adalah "SUPERWOMAN" dan "Curious" — keduanya dirilis di tahun 2024 dan langsung jadi favorit para streamer yang cuma mau musik enak tanpa banyak tanya. Lalu di tahun 2025, mereka sukses bikin comeback dengan "SWICY", yang juga nggak kalah bikin earworm dan membuktikan bahwa UNIS bukan sekadar numpang lewat di tangga lagu.
Sayangnya, perjalanan yang terlihat menjanjikan ini harus berakhir sesuai masa kontrak yang sudah dijadwalkan sejak awal. Dan memang, ini bukan sekadar keputusan mendadak yang dibuat di rapat pagi sambil semua orang masih ngantuk.
Diskusi panjang berujung perpisahan
Pengumuman ini datang setelah serangkaian diskusi mendalam antara pihak agensi dan para member soal masa depan kontrak serta arah karier masing-masing. F&F Entertainment menegaskan bahwa keputusan ini bukan tiba-tiba: "Setelah melalui diskusi yang mendalam, kami akhirnya memutuskan untuk mengakhiri kegiatan resmi UNIS sebagai grup utuh sesuai dengan masa kontrak yang telah dijadwalkan sebelumnya."
Artinya, ini bukan kasus grup tiba-tiba dibubarin gitu aja tanpa kabar — kedua belah pihak sudah duduk bersama, membicarakannya dengan serius, dan sampai pada satu kesepakatan. Tidak ada drama pengumuman mendadak di tengah malam, tidak ada pernyataan sepihak. Prosesnya panjang dan tampaknya dilakukan dengan penuh pertimbangan.
Tetap saja, sebagai fans yang sudah kadung sayang, rasanya kayak ditinggal pas lagi sayang-sayangnya. Perjalanan karier mereka sebagai grup hanya sekitar dua setengah tahun setelah debut — durasi yang terasa singkat, terutama di industri K-Pop yang persaingannya super ketat dan ekspektasinya tidak pernah rendah. Banyak grup yang butuh waktu lebih lama sekadar untuk mendapatkan pengakuan, sementara UNIS sudah punya katalog lagu yang masuk Spotify sebelum usia grup mereka menyentuh angka tiga.
Lalu, bagaimana nasib para member?
Yang bikin sedikit lega adalah F&F Entertainment berjanji bakal tetap mendukung para member sepenuh hati. Dalam pengumuman resminya, agensi menyatakan: "Meskipun kegiatan resmi mereka bersama sebagai UNIS akan berakhir, kami akan tetap mendukung para member dengan sepenuh hati saat mereka memulai langkah baru, terus mengejar impian di jalan masing-masing, dan semakin berkembang."
Itu kabar baik. Setidaknya para member tidak dibiarkan mengambang tanpa arah setelah masa kontrak habis. Dalam industri K-Pop, dukungan agensi pasca-bubar itu tidak selalu datang begitu saja — kadang hubungan antara agensi dan artis berakhir begitu tanda tangan terakhir selesai. Kalau yang dijanjikan F&F Entertainment ini benar-benar terealisasi, itu nilai plus yang cukup besar bagi para member yang akan menavigasi karier solo mereka.
Biasanya setelah grup bubar atau kontrak habis, para member akan menempuh jalan masing-masing dengan cara yang berbeda-beda. Tidak ada satu formula yang pasti. Yang jelas, nama UNIS dan lagu-lagu yang sudah mereka rilis tidak akan kemana-mana — "SWICY", "SUPERWOMAN", dan "Curious" masih bisa diputar kapan saja, dan tidak ada pihak yang bisa mencabut kenangan itu dari playlist siapapun.
EverAfter, kalian juga disebut
Agensi juga tidak lupa mengucapkan terima kasih buat EverAfter — nama fans resmi UNIS — yang disebut secara eksplisit sebagai alasan grup ini bisa hadir hingga saat ini. "Yang terpenting, UNIS dapat hadir hingga saat ini berkat seluruh EverAfter yang senantiasa mendampingi mereka," tulis agensi.
Itu bukan basa-basi kecil. Dalam dunia K-Pop, fandom adalah tulang punggung yang menentukan apakah sebuah grup bisa bertahan melewati tahun pertama, melewati comeback yang sepi promosi, atau melewati masa-masa ketika algoritma tidak berpihak. EverAfter sudah melakukan bagian mereka, dan pengakuan itu layak diterima.
Perpisahan UNIS ini kembali mengingatkan betapa dinamisnya industri K-Pop — sekuat apapun hype di awal, takdir sebuah grup tidak pernah bisa diprediksi dengan pasti. Tapi musik yang sudah mereka tinggalkan akan tetap ada. Jadi, buat EverAfter: jangan sedih-sedih banget, ya. Siapa tahu besok lusa ada yang spill proyek solo baru dari salah satu member — dan kalau itu terjadi, semangat itu pasti balik lagi dengan sendirinya.
