MAD IndonesiaMusik, selebriti, dan budaya pop
Musik

Gaspol ke Korwil VI! RRI Atambua kirim dua talenta terbaik di Bintang Radio 2026

Pexels

Dunia tarik suara Indonesia kedatangan kabar gembira dari panggung Bintang Radio RRI, dan kali ini sorotan tertuju ke Atambua. LPP RRI Atambua resmi mengirimkan dua perwakilan terbaiknya untuk mengikuti seleksi Bintang Radio tingkat Korwil VI: Mitha Mawarni sebagai terbaik putri dan Fernandito De Jesus sebagai terbaik putra tahun 2026. Mereka tidak datang dengan tangan kosong — keduanya membawa nama empat kabupaten sekaligus di pundak: Belu, Malaka, Timor Tengah Utara (TTU), dan Alor. Tidak sedikit yang diwakili, dan tidak ringan yang diemban.

Proses menuju titik ini sama sekali bukan jalan santai. Mitha dan Fernandito harus melewati seleksi audisi yang sangat ketat, dengan penilaian langsung dari tiga juri. Dari sekian banyak peserta yang datang membawa suara dan mimpi masing-masing, hanya dua nama ini yang berhasil keluar sebagai yang paling terbaik. Seleksi semacam ini memang tidak memberi ruang untuk setengah-setengah — dan hasilnya membuktikan bahwa keduanya memang layak.

Mitha punya modal yang tidak bisa diabaikan begitu saja. Sebelum menjadi terbaik putri tahun ini, ia sudah lebih dulu mengukir jejak sebagai Runner-Up Bintang Radio RRI Atambua 2025. Artinya, panggung kompetisi bukan hal asing baginya — ia tahu rasanya berdiri di bawah sorotan lampu, berhadapan dengan juri, dan bersaing dengan peserta-peserta terbaik dari satker lain. Pengalaman itu kini menjadi bekal yang matang. Ia sendiri menyebut Bintang Radio sebagai kesempatan emas untuk terus mengembangkan bakat seni dan tarik suaranya, dan dengan persiapan yang sudah dimatangkan, ia mengaku optimistis bisa meraih hasil terbaik di Korwil VI. Bukan sesumbar — itu adalah kepercayaan diri yang dibangun di atas rekam jejak nyata.

Fernandito melihat ajang ini dari sudut yang sedikit berbeda, tapi sama-sama dalam. Bagi terbaik putra Bintang Radio RRI Atambua 2026 ini, yang paling penting adalah keberlangsungan ajang seperti ini. Ia berharap Bintang Radio terus hadir sebagai wadah positif bagi generasi muda dari Belu, Malaka, Alor, dan TTU untuk tampil percaya diri, kreatif, dan berprestasi di dunia seni dan tarik suara. Baginya, bukan hanya soal menang atau kalah di Korwil VI — tapi soal memastikan bahwa ruang seperti ini terus ada, karena tanpa panggung, talenta sebagus apa pun bisa hilang begitu saja tanpa pernah didengar.

Kepala LPP RRI Atambua, Andrean Sucahyo, tidak menyembunyikan kebanggaannya. Ia menyampaikan apresiasi untuk seluruh peserta yang sudah berkompetisi secara kompetitif dalam proses audisi, dan menaruh harapan besar kepada dua wakilnya. Dalam kata-katanya sendiri: "Dua perwakilan yang dikirim merupakan perwakilan terbaik, kita harapkan mampu membawa RRI Atambua untuk kompetisi di tingkat korwil tampil percaya diri, dan selalu menjunjung tinggi sportivitas, dan harapannya kita bisa melaju ke tingkat nasional." Kalimat terakhir itu yang paling berbunyi — nasional. Bukan sekadar Korwil VI, tapi jauh lebih jauh dari sana.

Mendukung perjalanan ini dari sisi lain, BRI Cabang Atambua hadir sebagai sponsor utama kegiatan Bintang Radio 2026 tingkat satker. Dukungan yang diberikan berupa hadiah pembinaan bagi perwakilan terbaik putra dan putri yang akan berlaga di Korwil VI. Ini bukan sekadar nama di spanduk — dukungan nyata dari institusi lokal seperti ini yang membuat ajang semacam Bintang Radio bisa benar-benar berjalan dan memberikan dampak, bukan hanya janji di atas kertas.

Seleksi tingkat Korwil VI dijadwalkan berlangsung pada 28–29 September 2026, dan di sanalah Mitha dan Fernandito akan berhadapan dengan para juara dari satker-satker RRI lainnya. Persaingan sudah pasti tidak mudah — tapi bukankah memang begitu seharusnya panggung yang berarti? Atambua sudah berbicara lewat suara dua anaknya yang terbaik. Sekarang tinggal menunggu panggung Korwil VI memberi jawabannya.

Dengan informasi dari sumber publik, Wikipedia, YouTube, Instagram, dan TikTok.