Bintang radio RRI Gunungsitoli siap guncang panggung nasional!

Panggung Bintang Radio RRI Gunungsitoli baru aja resmi kelar, dan hasilnya? Dua nama langsung mencuri perhatian: Andi Perlindungan Gea untuk kategori putra, dan Carlyn Indah Rantika Lase untuk kategori putri. Keduanya pulang membawa trofi, piagam penghargaan, dan uang pembinaan yang diserahkan langsung oleh Kepala RRI Gunungsitoli bersama pihak sponsor. Tapi yang bikin momen ini lebih dari sekadar perayaan lokal adalah apa yang menunggu di depan — tiket untuk berlaga di tingkat Koordinator Wilayah (Korwil), dan dari sana, siapa tahu, panggung nasional.
Dari panggung lokal ke arena lebih ganas
Kepala RRI Gunungsitoli, Junilman S.Sos, nggak mau biarkan euforia terlalu lama menguasai suasana. Saat menyampaikan ucapan selamat, beliau langsung mengingatkan para pemenang untuk tidak berpuas diri. Kata-katanya kurang lebih begini: perjalanan masih panjang, dan persaingan di tingkat Korwil akan jauh lebih ketat dari apa yang sudah mereka hadapi di Gunungsitoli. Kalimat itu terdengar sederhana, tapi efeknya seperti siraman air dingin yang justru menyegarkan — bukan untuk mengempeskan semangat, melainkan untuk memastikan para pemenang tahu bahwa mereka harus terus memacu diri dalam berlatih.
Dan memang begitulah seharusnya. Juara lokal yang terlena bisa dengan mudah tersapu di level berikutnya. Tapi dua nama ini rasanya nggak termasuk dalam kategori yang gampang puas.
Andi Gea: bukan pemula, hanya pendatang baru di sini
Andi Perlindungan Gea, asal Desa Tuhegeo I, Kecamatan Gunungsitoli Idanoi, mengaku perasaannya campur aduk antara senang, bahagia, dan bangga saat namanya disebut sebagai juara satu. Wajar banget, karena ini adalah pengalaman perdananya ikut ajang Bintang Radio di RRI Gunungsitoli. Tapi jangan salah dulu — "perdana" di sini bukan berarti dia buta soal panggung.
Saat masih berdomisili di luar daerah, Andi sudah sering mengikuti lomba tarik suara di berbagai event. Pengalaman itulah yang bikin persiapannya di ajang ini terasa jauh lebih matang dibanding peserta yang baru pertama kali menjejakkan kaki di panggung kompetisi. Dia tahu cara membaca suasana, cara mengelola gugup, dan yang paling penting — cara tampil maksimal saat hitungan paling menentukan.
Andi juga secara khusus mengucapkan terima kasih kepada pelatihnya, Bung Alvin Harefa, yang merupakan salah satu personil SnadaTrio, serta kepada teman-teman dan orang tua yang memberikan dukungan lewat voting maupun semangat langsung. Menurutnya, dukungan itu bukan sekadar formalitas — itu bahan bakar nyata yang membantunya tampil percaya diri. Untuk Korwil, Andi menyatakan optimis dan berkomitmen mempersiapkan diri lebih maksimal dari sebelumnya.
Carlyn Lase: dari peringkat tiga ke puncak podium
Kalau cerita Andi soal debut yang meyakinkan, maka cerita Carlyn Indah Rantika Lase dari SMA Swasta Pembda 1 Gunungsitoli punya bumbu yang berbeda: ini soal ketekunan yang akhirnya terbayar lunas.
Tahun lalu, Carlyn sudah mencoba peruntungan di lomba yang sama. Hasilnya? Peringkat ketiga. Buat sebagian orang, itu mungkin sudah cukup untuk berdamai dengan diri sendiri dan berhenti. Tapi Carlyn rupanya memilih jalan lain — dia pulang, berlatih, dan datang lagi tahun ini dengan tekad yang berbeda. Hasilnya berbicara sendiri: juara satu.
Lompatan dari peringkat tiga ke juara satu dalam satu tahun bukan hal yang terjadi begitu saja. Di baliknya ada latihan teknik vokal yang serius, dukungan dari pelatih dan berbagai pihak yang dia akui sendiri sangat berarti, dan yang mungkin paling susah dilatih tapi paling menentukan — kepercayaan diri. Carlyn menyebut dua hal itu, teknik vokal dan rasa percaya diri, sebagai modal utama yang akan dia bawa ke ajang Korwil.
Ia mengungkapkan kebahagiaannya mendengar hasil perlombaan Bintang Radio RRI Gunungsitoli tahun 2026 ini sebagai sesuatu yang sangat berarti, justru karena ia tahu betul rasanya berdiri di posisi yang lebih rendah sebelumnya.
Gunungsitoli kirim dua kartu as
Korwil kini menanti keduanya, dan jadwal sudah disebut panitia akan berlangsung dalam beberapa hari ke depan. Andi dengan rekam jejak lomba yang panjang di luar daerah, dan Carlyn dengan mental juara yang sudah teruji lewat kegagalan dan kebangkitan — dua profil yang berbeda tapi sama-sama punya alasan kuat untuk optimis.
Perjalanan dari Gunungsitoli ke Korwil, lalu semoga ke panggung nasional, masih panjang dan penuh ketidakpastian. Tapi untuk sementara, dua bibit berbakat ini sudah membuktikan bahwa Nias punya suara yang layak didengar lebih jauh. Tinggal tunggu, sejauh mana suara itu akan terdengar.
