MAD IndonesiaMusik, selebriti, dan budaya pop
Hiburan

Aries Budiman Garasi Berpulang, Curhatan Fedi Nuril Bikin Hati Nyesek Banget

Fedi Nuril. Siapa sih yang nggak kenal nama ini? Aktor yang sering banget jadi langganan film drama romantis Indonesia, dari Ayat-Ayat Cinta sampai 5 cm. Tapi Fedi bukan cuma jago akting — dia juga musisi. Ia adalah salah satu pendiri band Garasi, grup yang lahir dari proyek film dengan judul yang sama. Di band itu Fedi memegang gitar, ditemani Aiu sebagai vokalis, dan Aries Budiman di balik drum kit. Aries adalah fondasi ritme Garasi yang berkarakter, sosok yang memberikan warna tersendiri pada musik mereka. Kepergiannya pada Sabtu (19/9) meninggalkan duka mendalam, terutama bagi Fedi yang kemudian menumpahkan segalanya lewat Instagram.

Kehilangan Sosok Terbaik: Curhatan Fedi Nuril yang Bikin Hati Nyesek Banget

Kabar duka selalu datang tanpa permisi, dan kali ini giliran dunia musik Indonesia yang kehilangan salah satu talentanya. Aries Budiman, drummer Garasi yang dikenal dengan pukulan enerjik dan skill-nya yang nggak main-main, menghembuskan napas terakhirnya. Respons Fedi Nuril, rekan satu band sekaligus sahabatnya, benar-benar bikin hati teriris. Lewat akun Instagram pribadinya, Fedi membagikan kenangan pertamanya bersama Aries — sebuah momen audisi untuk film "Garasi" yang menjadi cikal bakal band mereka.

Fedi membuka kenangannya dengan bercerita bahwa ia tidak akan pernah lupa pertemuan pertama mereka. Aries datang memperkenalkan diri dengan gestur rendah hati yang "nyunda pisan," khas orang Sunda yang ramah dan sopan. Sebelum nge-jam, Aries sibuk setup drumnya, lalu memainkan sedikit solo. Dan di sinilah Fedi langsung tahu: Aries ini punya bakat yang bukan kaleng-kaleng. Mereka pun langsung nge-jam lagu "American Idiot" milik Green Day, dengan Aries di drum, Aiu di vokal, dan Fedi di gitar. Begitu selesai, Fedi benar-benar takjub. Kita bisa membayangkan betapa magisnya momen itu — chemistry musik langsung terjalin dan melahirkan sebuah band yang kemudian punya identitas sendiri.

Penyesalan Mendalam dan Permintaan Maaf yang Tulus

Di balik kenangan manis itu, terselip rasa penyesalan mendalam dari Fedi. Permintaan maafnya bukan cuma satu — ada tiga poin penting yang menunjukkan betapa besar rasa bersalah yang ia rasakan. Pertama, Fedi merasa band Garasi bergerak terlalu lambat, nggak secepat yang mungkin diharapkan Aries. Mungkin ada banyak rencana atau mimpi yang belum sempat tercapai bersama. Ini adalah pengakuan pahit yang sering muncul saat kita kehilangan seseorang: tentang waktu yang terasa kurang dan kesempatan yang terlewat.

Kedua, Fedi meminta maaf karena sering meminta Aries mengurangi tenaga pukulan drumnya yang bikin telinga Fedi "pengeng." Ini mungkin terdengar sepele, tapi justru menggambarkan kedekatan dua musisi yang terus mencari harmoni — Aries dengan power-nya yang meledak-ledak, Fedi dengan kupingnya yang ternyata punya batas toleransi. Detail kecil kayak gini yang justru paling menggambarkan betapa dekatnya mereka sehari-hari.

Dan yang paling bikin hati terenyuh: Fedi meminta maaf karena tidak sempat menyelesaikan dua lagu ciptaan Aries selagi ia masih hidup. Bayangkan betapa berharganya dua lagu itu bagi Aries, dan betapa besar keinginan Fedi untuk mewujudkannya. Penyesalan ini pasti akan terus membayangi Fedi — dua lagu yang kini tinggal separuh jalan.

Pesan Terakhir yang Mengharukan: Selamat Jalan, Drummer Terbaik

Fedi tidak bisa menyembunyikan kesedihannya atas kepergian Aries yang dianggapnya terlalu cepat. Ia menyebut Aries sebagai drummer terbaik baginya — bukan sekadar pujian biasa, tapi pengakuan dari seorang rekan musisi yang tahu betul kualitas sahabatnya. Skill Aries, kata Fedi, masih sangat dibutuhkan. Bagi Fedi, Aries bukan cuma rekan kerja, tapi juga teman yang sangat baik.

Dalam penutup curhatannya, Fedi menyampaikan pesan yang benar-benar mengharukan. Ia menitipkan salam untuk almarhumah ibunya sendiri yang disebut sangat menyayangi Aries, dan mendoakan agar Aries bisa bersatu kembali dengan almarhum Mas Andy Ayunir — sosok lain yang sudah lebih dulu berpulang — serta berkarya dan menghibur bersama di alam sana. Pesan ini menunjukkan bahwa Fedi percaya Aries kini berada di tempat yang lebih baik, dikelilingi orang-orang tercinta yang sudah mendahuluinya. Sebuah penutup yang indah untuk perpisahan yang begitu pahit.

Kepergian Aries Budiman adalah kehilangan nyata bagi dunia musik Indonesia. Tapi kenangan dan karya-karyanya akan terus hidup — dan mungkin memang benar, sang drummer terbaik kini sedang nge-jam di tempat yang lebih damai, dengan pukulan yang bukan kaleng-kaleng itu.

Duh, siapa sih yang nggak ikutan mewek baca curhatan Fedi ini? Bikin sadar, kalau kesempatan itu harusnya jangan pernah disia-siakan.

Dengan informasi dari sumber publik, Wikipedia, YouTube, Instagram, dan TikTok.