MAD IndonesiaMusik, selebriti, dan budaya pop
Hiburan

Sarwendah buka suara soal drama perceraian dan syarat tes kesehatan buat Ruben Onsu

Drama antara Sarwendah dan Ruben Onsu makin panas di ruang publik. Mantan personel Cherrybelle ini akhirnya memilih untuk meluapkan isi hatinya sebagai bentuk perlawanan. Dia mempertanyakan kenapa masyarakat sering punya standar ganda yang menuntut perempuan untuk selalu tenang dan gak boleh menunjukkan emosi.

Sarwendah mempertanyakan apakah perempuan harus selalu terlihat sabar, gak pernah marah, atau gak pernah membalas agar bisa dipercaya. Dia merasa kalau perempuan mulai melawan atau menunjukkan ketidaksetujuan, sikap itu malah sering dipakai untuk memperkuat prasangka buruk. Baginya, dia cuma manusia biasa yang punya batas kesabaran dan merasa hak untuk didengarkan secara adil gak boleh hilang cuma karena dia gak sempurna dalam merespons konflik.

Dia juga menyentil netizen yang hobi bagi-bagi peran jadi 'korban' atau 'yang salah' saat ada konflik public figure. Padahal, urusan rumah tangga, nafkah, sampai pengasuhan anak itu jauh lebih rumit daripada apa yang kelihatan di medsos. Fokus utamanya sekarang adalah kepentingan anak-anak. Sarwendah meminta agar konflik orang tua jangan sampai menyeret anak-anak, termasuk meminta publik untuk tidak mem-bully atau membuat narasi buruk tentang mereka.

Soal keputusan merilis rekaman bukti yang bikin pro-kontra, Sarwendah minta publik gak langsung menghakimi motifnya. Menurutnya, keadilan itu bukan soal siapa yang paling sempurna di mata publik, tapi soal pemeriksaan fakta dan bukti nyata. Dia berharap semua pihak diberi ruang untuk menjelaskan diri sebelum orang-orang menjatuhkan penilaian.

Ada juga poin soal permintaan tes kesehatan untuk Ruben Onsu sebelum bertemu Thalia dan Thania. Meski pihak Ruben Onsu keberatan karena syarat itu gak ada di kesepakatan perceraian, Sarwendah menegaskan ini demi kesehatan anak-anak. Sebagai bukti, dia dan anak-anak sudah melakukan tes kesehatan terlebih dahulu. Dia ingin keputusan soal anak dipertimbangkan dengan hati-hati berdasarkan konteks dan bukti, bukan sekadar spekulasi untuk menjatuhkan mantan pasangan.

Dengan informasi dari sumber publik, Wikipedia, YouTube, Instagram, dan TikTok.