Perjuangan Andri Mashadi dan Dinda Kirana lawan mabuk laut demi sinetron Wajah Cinta yang Lain

Syuting sinetron Wajah Cinta yang Lain ternyata nggak cuma soal akting, tapi juga soal ketahanan fisik. Andri Mashadi dan Dinda Kirana harus merasakan sendiri gimana rasanya berjuang melawan mabuk laut saat proses pengambilan gambar di perairan Ancol pada Kamis, 22 Oktober 2026. Bayangkan saja, mereka harus merekam adegan penting di tengah laut dengan kondisi alam yang nggak bersahabat.
Proses syuting ini berlangsung selama dua hari penuh. Tantangannya nggak main-main karena mereka harus menghadapi angin kencang dan ombak besar yang menghantam kapal. Apalagi, ada satu detail yang bikin situasi makin kacau: Andri dan Dinda ternyata belum sempat sarapan saat sudah berada di atas kapal.
Kombinasi antara perut kosong dan terpaan angin laut yang kuat akhirnya bikin keduanya mengalami pusing dan mual hebat. Tapi namanya juga tuntutan profesional, adegan tetap harus dieksekusi meskipun kondisi fisik lagi drop-dropnya. Andri Mashadi menceritakan pengalamannya dalam wawancara daring pada Kamis, 22 Oktober 2026, bahwa mereka beneran mabuk laut dan adegan tetap harus dieksekusi.
Untuk mengatasi rasa mual yang menyiksa, ada langkah yang diambil Andri dan Dinda, yaitu dengan mengonsumsi obat antimabuk perjalanan. Namun, solusi ini justru membawa masalah baru yang nggak kalah merepotkan. Efek obat tersebut malah bikin mereka berdua mengalami kantuk yang sangat berat selama proses syuting berlangsung.
Kondisi ngantuk berat ini bikin mereka kesulitan untuk sekadar membuka mata. Dampaknya pun terasa sampai ke kualitas akting, di mana penyampaian dialog mereka sempat menjadi belepotan karena mata yang terasa berat. Meski begitu, mereka berdua tetap berusaha maksimal menyelesaikan setiap pengambilan gambar. Tujuannya cuma satu: supaya adegan nggak perlu diulang berkali-kali .
Menariknya, perjuangan fisik yang berat ini malah membawa hasil yang tak terduga. Andri merasa bahwa kondisi mereka yang sedang 'mabuk' saat itu mungkin justru membantu mereka masuk ke emosi karakter. Hal ini terbukti dari respons penonton yang menilai emosi dalam adegan tersebut terasa sangat nyata dan sampai ke hati.
Kerja keras mereka terbayar tuntas setelah adegan klimaks ditayangkan. Penonton langsung heboh saat melihat bagian cerita di mana karakter Bima membongkar identitas Ariana, lalu mengalami penusukan hingga akhirnya tercebur ke laut. Adegan ini memicu lonjakan interaksi yang sangat tajam di media sosial dan platform Vidio.
Andri sendiri mengaku terkejut melihat derasnya tanggapan netizen. Menurutnya, jumlah komentar yang masuk sangat banyak dan cepat sekali sampai ia nggak sempat membacanya satu per satu. Meskipun ia senang melihat antusiasme penonton, Andri hanya bisa bercanda bahwa penonton harus bersabar menunggu nasib Bima yang sampai sekarang belum 'diselamatkan' dari laut.
Kesuksesan sinetron produksi Sinemart ini juga terlihat dari jumlah episodenya yang sudah menembus lebih dari 100 episode. Sejak awal menerima tawaran bermain, Andri sudah yakin kalau proyek ini bakal punya umur panjang. Ia melihat ada beberapa kekuatan utama, mulai dari konsep cerita yang berbeda, persiapan produksi yang sangat niat, hingga perpaduan pemain dari berbagai generasi yang energinya sangat terasa di lokasi syuting.
Selain itu, konflik balas dendam yang berkembang dalam cerita menjadi daya tarik tersendiri. Saat ini, alur cerita semakin panas dengan fokus pada terbongkarnya penyamaran Ariana yang diperankan oleh Dinda Kirana. Bima, yang diperankan Andri, akhirnya mulai mengetahui siapa sebenarnya perempuan tersebut.
Ketegangan semakin meningkat saat Bima berusaha mendapatkan kembali mantan istrinya yang bernama Asti. Upaya ini justru membuka kembali luka lama Ariana dan membuat hubungan antarkarakter semakin panas. Urusan Ariana juga ternyata berkaitan dengan Tamara, karakter yang diperankan oleh Cut Tary. Tamara adalah ibu kandung Pamela (diperankan Andi Annisa) sekaligus sosok yang pernah merusak rumah tangga Asti dan Bima serta menjadi dalang di balik berbagai tragedi yang menimpa Ariana.
Untuk membahas perjalanan alur dan perkembangan karakter setelah melewati 100 episode ini, Dinda Kirana, Andri Mashadi, dan Cut Tary dijadwalkan untuk berbagi cerita bersama rekan-rekan media.
