MAD IndonesiaMusik, selebriti, dan budaya pop
Hiburan

Masayu Anastasia dan Sule bakal main di film petualangan anak Panik Gak Tuh

via Instagram @masayuanastasia

Film drama petualangan anak berjudul Panik Gak Tuh sudah memasuki tahap akhir persiapan produksi. Proyek ini digarap oleh SEEV Entertainment yang bekerja sama dengan Air Play dan Kesan Sinema. Film ini akan membawa penonton mengikuti perjuangan dua bersaudara yang harus menghadapi situasi berbahaya saat sedang liburan keluarga, lengkap dengan sentuhan komedi dan pesan positif untuk keluarga.

Masayu Anastasia dan Sule menjadi bintang utama dalam film ini. Mereka akan berbagi layar dengan Iva Delvanna, Zuhri, Mael Lee, Davi Sumbing, Alvin Adams, Ryuken Lie, Aline Fauziah, Chika, serta Bambang Ceper.

Kekacauan di Villa Senja

Ceritanya berfokus pada Iva yang berusia sembilan tahun dan kakaknya, Niko, yang berusia 12 tahun. Liburan keluarga mereka ke Villa Senja tidak berjalan sesuai rencana, dan mereka berdua ditinggalkan sendirian. Mereka harus berhadapan dengan dua penjahat bernama Juki dan Iwenk.

Karakter Iva dan Niko dibuat kontras biar seru. Iva punya imajinasi yang luas dengan pola pikir yang unik, sementara Niko adalah sosok kakak yang tenang sekaligus protektif. Keduanya harus mengandalkan kelebihan masing-masing untuk bisa melewati berbagai tantangan dalam petualangan mereka tersebut.

Sudut Pandang Anak yang Optimis

Masayu Anastasia mengungkapkan bahwa dia sangat tertarik bergabung dalam proyek ini karena ceritanya menampilkan bagaimana anak-anak memandang persoalan hidup. Bagi Masayu, sudut pandang anak-anak memberikan aura optimisme dalam menghadapi masalah. Pada 15 Oktober 2026 di Kemang, Jakarta Selatan, Masayu menyebutkan bahwa lewat mata anak-anak, dunia terkesan baik-baik saja dan setiap masalah pasti ada solusinya.

Pengalaman ini juga jadi momen pertama bagi Masayu untuk terjun ke genre drama komedi anak-anak. Dia bercerita kalau proses pembacaan naskah atau reading berlangsung sangat santai dan penuh tawa. Suasana yang cair ini menurutnya sangat membantu para pemain dalam membangun bonding dan chemistry satu sama lain dengan mudah.

Masayu juga menceritakan kalau sesi reading sering kali jadi ramai karena banyak celetukan spontan dari para pemain. Hal ini justru jadi tantangan tersendiri buat mereka karena harus berusaha tetap serius di tengah suasana yang bikin ketawa terus.

Persahabatan dan Mimpi Jadi Sutradara

Selain soal cerita, ada alasan personal yang membuat Masayu merasa bangga, yaitu bisa bekerja sama dengan Oki. Masayu sudah lama berteman dengan Oki dan tahu kalau menjadi sutradara film adalah cita-cita Oki sejak beberapa tahun lalu. Masayu merasa bangga ketika dihubungi untuk bergabung karena akhirnya Oki bisa mewujudkan mimpi besarnya tersebut.

Masayu juga tidak merasa perbedaan generasi atau pengalaman di antara para pemain dan kru produksi menjadi hambatan. Menurutnya, latar belakang yang berbeda tidak secara otomatis menentukan tingkat pengalaman seseorang dalam bekerja.

Misi Menghadirkan Tontonan Positif

Penulis skenario M. Haris Suhud menjelaskan bahwa keceriaan anak-anak adalah elemen penting dalam menghadapi kesulitan di film ini. Melalui petualangan Iva dan Niko, ia ingin memperlihatkan bagaimana keberanian, ketenangan, dan imajinasi bisa membantu seseorang menghadapi keadaan tidak terduga. Haris menegaskan ingin menonjolkan sudut pandang anak yang melihat ada keceriaan di balik setiap tantangan.

Produser Pilip Tenonet dan Husnie Ramdan Rai berharap film ini bisa memperkaya pilihan tontonan anak-anak di bioskop Indonesia. Pilip ingin menghadirkan cerita yang tidak sekadar menghibur, tetapi juga bisa memberikan kesan positif bagi keluarga setelah menontonnya.

Husnie Ramdan Rai, yang juga memegang peran sebagai sutradara, menyatakan bahwa persiapan produksi sudah hampir selesai. Tahap pembacaan naskah segera dituntaskan. Husnie menyebut Big Reading digelar pada hari itu, yang berarti tim siap untuk berangkat ke lokasi pengambilan gambar.

Dengan informasi dari sumber publik, Wikipedia, YouTube, Instagram, dan TikTok.