MAD IndonesiaMusik, selebriti, dan budaya pop
Hiburan

Aksi nyata artis dan influencer bantu penanganan karhutla di Indonesia

Krisis kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang menghantam berbagai wilayah di Indonesia bikin banyak artis dan influencer gak bisa diam. Mereka gak cuma menyuarakan keprihatinan lewat media sosial, tapi benar-benar mengambil langkah konkret untuk membantu penanganan dampak kebakaran tersebut.

Tasya Farasya menjadi salah satu yang vokal dalam isu ini. Pada Jumat 16 Oktober 2026, Tasya membagikan rencana untuk membuka posko bantuan bagi warga yang terdampak karhutla. Posko ini dijadwalkan mulai aktif pada 23 Oktober 2026 dan berlokasi di Kalimantan Tengah. Langkah ini sempat jadi perhatian karena sebelumnya ada warganet yang menganggap Tasya kurang peka terhadap situasi sosial di Indonesia, jadi aksi ini mendapat ucapan syukur dari publik.

Irfan Hakim punya pendekatan berbeda dengan menjual kaus bertema lingkungan. Kaus tersebut menampilkan gambar satwa dan pesan tentang pentingnya menjaga kehidupan hutan. Lewat unggahan Oktober 2026, Irfan menegaskan bahwa seluruh keuntungan penjualan akan didonasikan untuk mendukung konservasi di Kalimantan, terutama buat menyelamatkan satwa endemik seperti rangkong, bekantan, dan orang utan.

Aksi jualan kaus ini sempat menuai kritik dari warganet yang mempertanyakan kenapa harus menjual produk di tengah bencana dan mencurigai ada keuntungan pribadi. Irfan pun langsung klarifikasi pada Kamis 15 Oktober 2026 bahwa tujuannya bukan cari cuan, melainkan merekrut "duta-duta alam" agar orang yang melihat kaus tersebut sadar akan kerusakan hutan dan tergerak menyelamatkan orang utan.

Luna Maya juga mengajak publik untuk lebih dari sekadar merasa sedih melihat kondisi alam. Bersama Marianne Rumantir, Luna menggalang donasi melalui TS Media. Dalam unggahan kolaborasi pada Kamis 15 Oktober 2026, mereka mengajak masyarakat menyisihkan dana minimal Rp10.000 untuk membantu penanganan kebakaran hutan dan melindungi satwa liar yang terancam.

Kalau bicara soal aksi paling fisik, Sherina Munaf benar-benar turun ke lapangan. Pada awal September 2026, Sherina pergi ke Kalimantan Tengah untuk membantu pemadaman kebakaran di kawasan Taman Wisata Alam Galeget Tiawu. Bersama gerakan Pawerful Voices, ia terlibat langsung selama tiga hari melakukan pekerjaan fisik memadamkan api.

Dalam aksi pemadaman tersebut, Sherina bekerja sama dengan berbagai pihak, mulai dari petugas pemadam kebakaran Dinas Kehutanan, BKSDA Kalimantan Tengah, KPHP Kahayan Tengah, hingga BOS Foundation. Tim juga berupaya menangani bara api yang masih tersimpan di bawah lahan gambut, sehingga penanganannya membutuhkan perhatian khusus.

Ferry Irwandi juga menginisiasi gerakan bernama Patungan untuk Hutan sejak September 2026. Ferry memasang target penggalangan dana yang sangat besar, yaitu Rp50 miliar. Dana yang terkumpul difokuskan untuk tiga hal utama: respons kedaruratan, mitigasi kebakaran, dan restorasi ekosistem hutan. Saat ini, tim Ferry masih aktif menyalurkan bantuan di wilayah Sumatra, Papua, dan Kalimantan.

Gerakan tersebut mendapat respons besar dari masyarakat. Menurut sumber, donasi telah mencapai Rp11,5 miliar dari lebih dari 139 ribu donasi. Bagi yang ingin memantau transparansi penyaluran dan total dana, semua bisa dilihat lewat akun Instagram @patunganuntukhutan.

Nikita Willy juga ikut bergerak lewat unggahan Instagram pada Sabtu 17 Oktober 2026. Dalam videonya, Nikita mengajak netizen memberikan donasi yang nantinya akan dibawa langsung oleh timnya ke lokasi terdampak, dengan fokus terdekat di Palangka Raya.

Keseriusan para publik figur ini terjadi di tengah situasi yang mengkhawatirkan. Bahkan, pantauan satelit Himawari-9 oleh BMKG menunjukkan bahwa asap karhutla dari Kalimantan sudah terdeteksi masuk ke wilayah atmosfer DKI Jakarta pada Jumat 16 Oktober 2026 pagi.

Dengan informasi dari sumber publik, Wikipedia, YouTube, Instagram, dan TikTok.