Luna Maya gelar melaspas rumah baru di Bali, netizen malah debat soal agama

Luna Maya dan Maxime Bouttier baru saja berbagi momen syukuran rumah baru mereka di Bali pada 1 Oktober. Mereka menggelar tradisi melaspas, ritual khas Bali yang tujuannya untuk menyucikan bangunan atau meminta perlindungan atas rumah tersebut.
Sambil mengunggah deretan foto, Luna menuliskan caption yang puitis banget: A home is where the heart finds its peace. Rooted in tradition, embraced by timeless grace. Intinya sih, rumah adalah tempat hati menemukan kedamaian yang berakar dari tradisi dan keanggunan abadi. Manis banget, kan?
Tapi ya namanya juga internet, postingan yang sudah dapat lebih dari 21.000 likes ini malah jadi medan perang. Netizen mulai berdebat panas soal batasan antara tradisi, budaya, dan ritual agama. Ada yang merasa Luna nggak seharusnya menjalankan ritual dari agama lain.
Komentarnya pun beragam dan cukup tajam. Ada yang bilang kalau tindakan ini adalah contoh syirik yang nggak terasa, sampai ada yang mengingatkan dengan tegas supaya jangan mencampuradukkan tradisi Bali dengan agama Islam.
Ada juga netizen yang mencoba mengingatkan secara halus kalau menghormati adat dan budaya itu boleh, tapi kalau sudah masuk ke ritual keagamaan, sebaiknya lebih berhati-hati. Bahkan, ada yang mempertanyakan kenapa Luna nggak gelar pengajian saja buat syukuran rumah barunya dan malah pakai sajen.
