MAD IndonesiaMusik, selebriti, dan budaya pop
Hiburan

Yusuf Kartiko curhat jadi sasaran bully gara-gara kasus Betrand Peto

Kebayang nggak sih, niatnya cuma membantu proses hukum sahabat sendiri, tapi malah berakhir jadi sasaran empuk netizen? Itulah yang dialami pesinetron muda Yusuf Kartiko, atau yang akrab dipanggil Ucup. Dia baru saja melewati momen berat setelah terseret dalam pusaran kasus dugaan tindak pidana yang melibatkan sahabatnya, Betrand Peto alias Onyo, di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, pada 30 September 2026.

Masalahnya, status Yusuf sebagai saksi ternyata nggak bikin netizen kalem. Bukannya fokus ke kasus hukumnya, warganet malah ramai-ramai melakukan perundungan di media sosial. Yang bikin makin kacau, serangan ini nggak cuma berhenti di Yusuf saja, tapi merembet sampai ke latar belakang keluarganya. Nama ayahnya, Ferry Juan, dan ibunya, Zarima, ikut terseret dan diungkap ke publik. Jujur, ini sudah masuk kategori kelewatan karena urusan hukum harusnya nggak perlu membawa-bawa orang tua yang nggak tahu apa-apa.

Yusuf sendiri mengaku kalau kehidupannya jadi cukup terganggu. Dia merasa persoalan yang seharusnya tetap berada di ranah hukum malah melebar sampai ke lingkungan terdekatnya. Menurut Yusuf, semua orang punya masalah sebesar ini, apalagi sampai membawa keluarga atau hal-hal yang seharusnya tidak dibawa, seperti beberapa temannya yang ikut terkena. Dia hanya bisa berharap semuanya berjalan lancar ke depannya.

Di tengah gempuran komentar negatif, Yusuf nggak sendirian. Pengacaranya, Abdi Triwahyu, pasang badan membela kliennya. Abdi menegaskan bahwa Yusuf hadir di kepolisian untuk menyampaikan fakta yang sebenarnya tanpa rasa takut terhadap serangan warganet. Menurut Abdi, kebenaran memang terkadang terasa pahit, tapi ya harus dikatakan apa adanya karena penyelidik polisi bukan orang bodoh yang bisa dibohongi. Jadi, nggak ada alasan untuk menutupi fakta yang ada.

Nah, yang paling bikin geleng-geleng kepala adalah munculnya tudingan kalau Yusuf menggunakan narkoba. Fitnah ini kabarnya datang dari warganet luar daerah yang asal bicara tanpa dasar. Tapi salut buat Ucup, dia memilih menanggapi hal ini dengan kepala dingin. Yusuf menganggap fitnah itu lebih kejam daripada pembunuhan, jadi dia mempersilakan saja netizen untuk terus menghujatnya karena dia merasa pahala dari kata-kata kasar itu akan berbalik kepadanya. Savage banget, kan?

Abdi Triwahyu menambahkan bahwa semua opini publik yang menyudutkan Yusuf perlahan-lahan akan terbantahkan seiring dengan terbukanya fakta hukum. Intinya, kebenaran pasti akan menemukan jalannya sendiri pada akhirnya.

Meski situasi sedang panas dan Betrand sedang menghadapi persoalan hukum, Yusuf membuktikan kalau persahabatan mereka itu real. Dia memastikan komunikasi di antara mereka tetap terjalin erat. Yusuf bercerita bahwa beberapa hari sebelum pemeriksaan polisi, dia dan Betrand sempat bertemu untuk saling menguatkan dan memberi semangat layaknya teman baik yang saling support.

Tapi, ada rasa kehilangan yang nggak bisa disembunyikan Yusuf. Dia merasa sedih karena sekarang Betrand tidak lagi ikut syuting bersama. Padahal, mereka sudah berbulan-bulan beradu akting dalam satu judul sinetron. Bayangkan, selama 62 hari mereka syuting bareng, lalu tiba-tiba Betrand nggak ada di lokasi. Hal ini benar-benar membuat Yusuf kepikiran.

Ada juga isu soal pertemuan antara pengacara Yusuf dengan keluarga Ruben Onsu. Pengacara lainnya, Priagus Widodo, segera meluruskan hal ini. Pertemuan yang terjadi pada hari Jumat tersebut murni hanya untuk silaturahmi antarteman, bukan untuk mengatur-atur kesaksian yang akan diberikan Yusuf. Jadi, jangan ada yang mengira ada 'main mata' dalam pemberian keterangan saksi.

Terakhir, soal detail kasusnya, pihak pengacara memilih untuk tutup mulut. Priagus Widodo menegaskan bahwa mereka menghormati asas kerahasiaan materi perkara karena ini berkaitan dengan dugaan tindak pidana kesusilaan. Hal ini dilakukan demi menjaga masa depan semua pihak yang terlibat. Karena sifatnya sensitif, materi jawaban Yusuf tidak dipublikasikan. Priagus berharap kasus ini tidak sampai ke tahap penyidikan atau persidangan, namun jika pun sampai terjadi sidang, maka akan dilakukan secara tertutup. Jadi, untuk saat ini, mereka memilih keep silent soal detail kasusnya.

Kita semua tahu netizen itu bisa jadi hakim paling kejam, tapi semoga fakta hukum segera membungkam semua fitnah yang nggak berdasar ini. Kira-kira menurut kalian, wajar nggak sih keluarga ikut diserang cuma karena anaknya jadi saksi?

Dengan informasi dari sumber publik, Wikipedia, YouTube, Instagram, dan TikTok.