Rehat dari Poligami, Fedi Nuril Pindah Haluan ke Komedi Gelap di Gak Ada Matinya

Fedi Nuril memutuskan buat rehat sejenak dari peran rumah tangga yang rumit dan banting setir ke genre komedi lewat film terbarunya, Gak Ada Matinya. Saat ditemui di kawasan Setiabudi, Jakarta Selatan, 27 September 2026, doi sempat bercanda soal banyaknya tawaran peran poligami yang terus berdatangan.
Sambil ketawa, Fedi bilang kalau hidup itu harus ada peningkatan. Dia sempat melontarkan joke kalau seharusnya istrinya ada tiga biar nggak stagnan di angka dua terus. Tapi di balik candaannya, Fedi ngaku kalau komedi itu sebenarnya medan tempur yang jauh lebih susah dan butuh skill tinggi buat seorang aktor.
Menurutnya, komedi itu high risk, high reward karena materi lawakan dan timing-nya harus benar-benar presisi. Kalau meleset sedikit saja, punchline-nya bisa jadi garing dan bikin penonton cringe. Makanya, Fedi bilang ini jadi salah satu caranya buat terus eksplor dan melatih kemampuan akting supaya makin berilmu.
Film Gak Ada Matinya sendiri bakal membawa nuansa komedi gelap dengan cerita yang relatable. Plotnya berpusat pada Binsar (Oki Rengga) yang punya hubungan dingin dengan ayahnya, Pak Luhut (Mathias Muchus). Drama dimulai saat Pak Luhut dikabarkan meninggal dunia dan meninggalkan uang asuransi jiwa sebesar Rp 2 miliar.
Binsar yang lagi pusing dikejar tunggakan KPR awalnya merasa senang, tapi plot twist muncul saat Pak Luhut mendadak hidup lagi alias 'bangkit dari kubur'. Karena nggak mau kehilangan uang miliaran itu, Binsar nekat menyembunyikan fakta kalau bapaknya masih bernapas.
Kacau jadinya saat Fahri (Fedi Nuril), seorang detektif asuransi yang super gigih, mulai curiga dan mengendus ada sesuatu yang tidak beres. Kombinasi pacing komedi segar dan konflik keluarga yang hangat ini siap tayang di bioskop Indonesia mulai 5 November 2026.
Kira-kira Fedi Nuril bakal lebih cocok jadi detektif asuransi atau tetap jadi spesialis poligami ya?
