MAD IndonesiaMusik, selebriti, dan budaya pop
Hiburan

Konser Andrea Bocelli terancam batal gara-gara protes MUI

Konser penyanyi tenor kenamaan Italia, Andrea Bocelli, di Indonesia terancam batal. Hal ini terjadi setelah Majelis Ulama Indonesia (MUI) melayangkan protes karena sang penyanyi dianggap punya rekam jejak 'Pro Israel'. Alasan MUI, sikap tersebut bertentangan dengan posisi Indonesia yang mendukung kemerdekaan Palestina.

Sebagai info, Andrea Bocelli adalah seorang tenor, komposer, dan produser musik asal Italia yang terkenal karena kemampuannya memadukan musik opera klasik dengan pop. Maestro ini sudah berkeliling dunia untuk menggelar konser, dan Indonesia seharusnya menjadi salah satu destinasi berikutnya.

Jadwal konser yang terancam

Bocelli sebenarnya sudah punya agenda jelas untuk tampil di Indonesia. Ia dijadwalkan menggelar konser di Taman Lumbini, kawasan Candi Borobudur, pada 31 Oktober 2026. Setelah itu, ia juga dijadwalkan tampil di Jakarta pada 3 November 2026. Namun, situasi sekarang jadi panas karena desakan untuk membatalkan konser tersebut terdengar semakin santer.

Perjuangan melawan keterbatasan fisik

Kalau melihat profilnya, Andrea Bocelli lahir di Lajatico, Tuscany, Italia. Hidupnya nggak mudah, terutama saat kecil karena ia mengalami glaukoma kongenital sejak bayi yang menyebabkan gangguan penglihatan.

Meski begitu, cintanya pada musik sudah terlihat sejak dini. Bocelli mulai belajar piano saat berusia enam tahun, lalu lanjut mempelajari instrumen lain seperti flute dan saksofon. Musik benar-benar jadi bagian penting dalam hidupnya.

Ada kejadian traumatis saat ia berusia 12 tahun. Ketika bermain sepak bola sebagai penjaga gawang di sekolah, sebuah bola menghantam wajah atau area matanya. Kejadian itu memicu perdarahan yang akhirnya membuat Bocelli kehilangan penglihatan secara permanen. Ini adalah titik di mana sisa kemampuan melihat yang ia miliki hilang sepenuhnya.

Bocelli sempat mengenang bahwa ia terus menangis setelah kejadian itu. Tapi, ia memilih bangkit dan nggak mau terjebak dalam rasa mengasihani diri sendiri. Dalam surat terbuka untuk dirinya yang lebih muda, ia menceritakan keputusannya untuk tetap berpikir positif dan optimistis menjalani hidup.

Bukan cuma soal fisik, ia juga harus menghadapi masa sedih saat berpisah dari keluarga untuk sekolah. Ia harus tinggal di institusi pendidikan bagi penyandang tunanetra yang saat itu masih jarang ada. Masa-masa ini dianggapnya sebagai salah satu periode paling menyedihkan karena rasa rindu yang kuat pada rumah. Di sana, ia harus berjuang menghadapi kesepian, perubahan rutinitas, dan belajar mandiri di tengah keterbatasan.

Dari pengacara jadi maestro dunia

Menariknya, Bocelli nggak langsung jadi penyanyi profesional. Ia sempat kuliah hukum di Universitas Pisa dan bekerja sebagai pengacara. Supaya bisa menambah penghasilan, ia sering bernyanyi di bar-bar piano. Di sinilah ia mengasah kemampuan vokal dan membangun kepercayaan dirinya.

Titik balik kariernya terjadi pada 1992 saat ia ikut rekaman demo lagu Miserere, karya Zucchero dan Bono dari U2. Rekaman tersebut menarik perhatian Luciano Pavarotti, tenor legendaris yang kemudian membantu membuka jalan karier musiknya. Pada 1994, ia memenangkan kategori pendatang baru di Festival Musik Sanremo, Italia, yang membuat kariernya di musik klasik dan populer melejit.

Salah satu karya terbesarnya adalah lagu Con te Partiro (Time to Say Goodbye) yang diduetkan bersama Sarah Brightman. Lagu ini bahkan sempat memuncaki tangga lagu di berbagai negara Eropa selama berbulan-bulan karena berhasil menjangkau pendengar opera sekaligus penggemar pop. Berdasarkan biografi di situs resminya, Bocelli telah menjual lebih dari 90 juta album.

Pencapaian dan kehidupan pribadi

Bocelli sudah mengoleksi berbagai nominasi bergengsi seperti Grammy Awards dan Latin Grammy Awards. Pada 2010, ia juga mendapatkan bintang kehormatan di Hollywood Walk of Fame. Reputasinya sudah sampai ke level pemimpin dunia, di mana ia pernah tampil di hadapan beberapa Presiden Amerika Serikat, Paus pemimpin Vatikan, World Expo, hingga acara pembukaan Olimpiade.

Selain bermusik, ia mendirikan Andrea Bocelli Foundation (ABF) pada 2011. Yayasan amal ini fokus membantu orang-orang yang menghadapi kemiskinan, disabilitas, pengucilan sosial, serta mendukung dunia pendidikan.

Untuk urusan pribadi, Bocelli pernah menikah dengan Enrica Cenzatti dan punya dua putra, Amos dan Matteo. Setelah berpisah, ia menikah dengan Veronica Berti pada 2014 dan dikaruniai seorang putri bernama Virginia. Putranya, Matteo Bocelli, juga mengikuti jejak ayahnya jadi penyanyi dan sempat berduet dalam lagu “Fall on Me”.

Kira-kira konser ini bakal tetap jalan atau malah beneran batal ya?

Dengan informasi dari sumber publik, Wikipedia, YouTube, Instagram, dan TikTok.