Jimin Bikin Geger Jepang: Lagu 'Who' Sabet Platinum Dua Tahun Setelah Rilis

Who itu siapa? Bukan siapa-siapa — tapi ini lagu solo Park Jimin yang baru aja sukses bikin geger jagat musik Jepang. Lagu yang dirilis dua tahun lalu ini resmi menyabet sertifikasi Platinum streaming dari RIAJ (Recording Industry Association of Japan) setelah berhasil tembus angka 100 juta stream di Negeri Sakura. Gila, nggak tuh?
Yang perlu digarisbawahi sebelum kita lanjut: angka 100 juta itu bukan stream global. Bukan akumulasi dari seluruh penjuru dunia yang dijumlahkan jadi satu. Murni — benar-benar murni — dari pendengar yang ada di Jepang. Artinya, dari satu negara saja, lagu ini sudah diputar sebanyak seratus juta kali. Kalau kamu pikir itu angka kecil, coba bayangkan seluruh populasi Tokyo mendengarkan Who hampir empat kali masing-masing. Baru deh kerasa beratnya.
Sistem yang masih muda, tapi makin bertenaga
Buat yang belum tahu cara kerja RIAJ, asosiasi ini sudah lama mengelola sertifikasi untuk industri musik Jepang — tapi sistem khusus untuk streaming baru diimplementasikan sejak tahun 2020. Sistem ini hadir sebagai tambahan dari dua kategori yang sudah ada lebih dulu: pengkapalan album fisik dan download digital. Jadi kalau dipikir-pikir, sistem streaming RIAJ ini baru berjalan 6 tahun, masih cukup muda dibanding sistem-sistem sertifikasinya yang lain.
Dalam sistem yang masih relatif baru ini, ada tiga ambang batas sertifikasi: Silver untuk 30 juta stream, Gold untuk 50 juta stream, dan yang paling bergengsi, Platinum untuk 100 juta stream. Jimin langsung mendarat di tingkat tertinggi itu dengan Who — melewati Silver dan Gold sekaligus, tanpa basa-basi.
Bukan Platinum pertama, tapi tetap berasa spesial
Meskipun ini adalah Platinum streaming perdana Jimin sebagai solois, bukan berarti ini sertifikasi Platinum RIAJ pertamanya secara keseluruhan. Album debut solonya, FACE, yang rilis tahun 2023 juga udah berhasil meraih sertifikasi Platinum dari RIAJ — tapi lewat jalur yang sama sekali berbeda.
Sertifikasi Platinum untuk album dihitung berdasarkan jumlah shipping alias pengkapalan album fisik, dengan ambang batas 250 ribu kopi. Ini bukan soal seberapa sering lagu didengarkan, melainkan soal seberapa banyak keping fisik yang dikirim ke toko-toko. Dua metrik yang berbeda, dua industri yang bergerak dengan logika masing-masing — dan Jimin berhasil menaklukkan keduanya.
Jadi kalau mau disederhanakan: Jimin kini punya dua Platinum di Jepang, tapi lewat dua jalan yang berbeda, dan keduanya sama-sama nggak mudah. Satu butuh orang-orang rela merogoh kocek buat beli album fisik, satu lagi butuh orang-orang rela memutar lagu sampai ratusan juta kali. Keduanya terjadi.
Bagian dari gelombang K-Pop bulan ini
Pencapaian Who ini juga hadir dalam konteks yang lebih luas: sertifikasi ini masuk dalam pengumuman RIAJ pekan lalu yang mencakup sejumlah artis K-Pop yang meraih sertifikasi di bulan September ini. Artinya, Jimin bukan satu-satunya yang sedang bergerak — tapi fakta bahwa namanya masuk daftar itu, dengan lagu yang sudah berusia dua tahun, menunjukkan bahwa Who punya napas panjang yang jarang dimiliki lagu-lagu lain.
Lagu yang tetap relevan, tetap diputar, tetap menumpuk angka stream bahkan dua tahun setelah rilis — itu bukan sekadar viral. Itu loyalitas pendengar yang susah dibuat-buat.
Jadi, siapa nih yang udah dengerin Who berkali-kali tanpa henti? Jangan-jangan kamu salah satu penyumbang 100 juta stream itu — dan kalau iya, setidaknya kamu tahu kontribusimu sudah resmi tercatat dalam sejarah sertifikasi Jepang.
