MAD IndonesiaMusik, selebriti, dan budaya pop
Hiburan

Synchronize Fest 2026 jadi panggung protes isu karhutla

Synchronize Fest 2026 berubah jadi ruang protes buat musisi yang resah sama kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan, Sumatera, dan Papua. Beberapa nama besar nggak mau tinggal diam dan menyuarakan keprihatinan mereka langsung di depan penonton.

Iga Massardi, misalnya, tampil dengan visual videotron yang memperlihatkan kepungan api dan asap kebakaran. Dia mengaku merasa sesak napas akibat dampak isu lingkungan ini dan menuntut agar para pelaku pembakaran hutan segera diadili.

Cholil Mahmud dari Efek Rumah Kaca (ERK) juga mengambil posisi yang sama saat pembukaan festival. Dia menyebut situasi karhutla saat ini sangat parah, lalu mengajak penonton mendoakan para korban serta meminta semua orang tetap peduli dengan perkembangannya. Selain isu lingkungan, ERK juga membawakan lagu "Mosi Tidak Percaya" dan "Di Udara" untuk mengenang aktivis HAM Munir Said Thalib.

Di Dynamic Stage, Tria Ramadhani mengajak penonton berdoa bersama untuk warga dan wilayah yang terdampak. Dia berharap bencana ini cepat berakhir dan wilayah tersebut segera pulih, sambil memberi kritik keras agar pihak yang sengaja membakar hutan harus bertanggung jawab atau "hilang".

Aksi di Forest Stage

Keresahan ini juga bergema di Forest Stage. Polka Wars menyampaikan pengingat soal karhutla di Kalimantan pada Jumat, 16 Oktober 2026 di Gambir Expo Kemayoran. Dega, pemain bas mereka, mengingatkan penonton bahwa kondisi hutan Indonesia sedang tidak baik-baik saja.

Ada juga band asal Bogor yang menyoroti isu serupa lewat pesan visual bertuliskan Dont lose focus on Karhutla. Mereka menekankan betapa buruknya dampak kabut asap terhadap kesehatan dan kondisi sosial masyarakat. Uniknya, The Jansen juga sempat memajang ijazah personel mereka sambil menyindir susahnya cari kerja.

Terakhir, Melly Goeslaw turut mengajak para pengunjung festival untuk melayangkan doa bagi daerah yang sedang dilanda karhutla, terutama di Kalimantan.

Keren sih kalau festival musik bisa jadi pengingat isu serius begini, tapi pertanyaannya: setelah konser selesai, kita masih peduli nggak ya?

Dengan informasi dari sumber publik, Wikipedia, YouTube, Instagram, dan TikTok.