Kenapa namanya Budi Doremi? Intip perjalanan karier musisi yang sempat nggak direstui ayahnya ini

Budi Doremi sudah jadi sosok yang nggak asing lagi di industri hiburan kita. Dengan pengalaman berkarier lebih dari satu dekade, dia berhasil menciptakan banyak lagu ikonik yang sering kita dengar. Karena gaya musiknya yang beragam, nggak heran kalau penggemarnya datang dari berbagai kalangan yang berbeda-beda.
Alasan di balik nama panggung yang unik
Budi sebenarnya punya nama panjang Budi Syahbudin Syukur. Tapi, kenapa dia memilih pakai nama panggung Budi Doremi yang mirip tangga nada? Ternyata, semua berawal dari lagu debutnya. Budi memulai perjalanan musiknya setelah bergabung dengan WannaB Music Production dan merilis lagu berjudul "Do Re Mi" pada tahun 2012. Lagu itu sukses besar dan bikin dia dikenal luas oleh masyarakat.
Keputusan menggunakan nama Doremi bukan tanpa alasan. Budi merasa kalau pakai nama Syahbudin itu kepanjangan. Selain itu, saat itu sudah ada musisi lain yang memakai nama Budi, seperti almarhum Budi Ando dan Budi Dalton. Akhirnya, dia memilih mengikuti gaya musisi senior seperti Iwan Fals atau Dul Sumbang yang punya ciri khas tersendiri, sampai akhirnya lahirlah nama Budi Doremi.
Perjuangan melawan keraguan orang tua
Karier musik Budi ternyata nggak berjalan mulus begitu saja, terutama dari sisi keluarga. Budi bercerita kalau ayahnya sempat cukup menentang keputusannya untuk terjun ke dunia musik. Hal ini terjadi karena ayahnya punya pandangan konservatif yang menganggap profesi musisi itu kurang menjanjikan secara ekonomi.
Namun, Budi nggak menyerah. Dia membuktikan kualitasnya melalui konsistensi. Dia mengklaim sudah lebih dari 20 tahun nggak berhenti bikin lagu. Berkat kegigihannya itu, Budi akhirnya berhasil membuat kedua orang tuanya merasa bangga. Ini bukti kalau passion yang ditekuni dengan serius bisa mengubah pikiran orang tua yang awalnya skeptis.
Pendidikan formal yang nggak cocok
Sebelum sukses jadi penyanyi, Budi sempat mencoba jalur pendidikan formal, meski ternyata bukan itu jalannya. Dia sempat kuliah di jurusan Teknik Informatika di Gunadarma Lampung. Setelah itu, dia mencoba kuliah komunikasi di Paramadina. Sayangnya, Budi merasa nggak cocok dengan sistem pendidikan formal.
Budi bahkan mengaku hanya menjalani kuliah selama setengah semester sebelum akhirnya memutuskan untuk berhenti. Setelah masa-masa kuliah yang singkat itu, Budi memutuskan untuk merantau ke Jakarta untuk memulai kariernya sebagai penyanyi. Budi juga sempat bekerja di salah satu radio di Bandung.
Strategi baru dengan label dr.m
Sekarang, Budi Doremi resmi bergabung dengan label dr.m atau Digital Rantai Maya. Di label musik yang baru ini, Budi mendapatkan tantangan yang cukup unik. Dia diminta untuk membuat lagu-lagu yang nantinya akan disimpan di sebuah bank lagu. Strateginya, Budi akan merilis sekitar dua sampai tiga lagu per tahun untuk diperdengarkan kepada para penggemarnya.
Sebagai bagian dari rencana tersebut, Budi merilis lagu berjudul "Cinta Diri Sendiri" pada Agustus 2026. Dengan total waktu berkarya selama 15 tahun, Budi sudah mengantongi banyak karya hits. Album-albumnya mulai dari "1 Hari yang Cerah" tahun 2012, "Musikini Super Hits" tahun 2019 dan 2021, hingga "Dua Warna Cinta" tahun 2022.
Koleksi singlenya juga cukup panjang. Ada "Hatiku Telah Dijleb Jlebin Kamu" tahun 2013, "Tolong" tahun 2014, hingga yang lebih baru seperti "Melukis Senja" dan "Tentang Dia" bersama Ashilla tahun 2020. Dia juga merilis "Mesin Waktu" tahun 2021, "Tak Kan Hilang" tahun 2022, "Terukir di Bintang" tahun 2023, "Ramadhan Penuh Cinta" tahun 2024, serta "Ada Untukmu" dan "Itu Kamu" tahun 2025.
Kira-kira lagu Budi Doremi yang mana yang paling sering masuk playlist kamu?
