MAD IndonesiaMusik, selebriti, dan budaya pop
Hiburan

Bukan tidur di hotel, Denny Sumargo pilih menginap di tenda buat bantu korban gempa NTT

Aktor dan kreator konten Denny Sumargo baru saja menunjukkan aksi nyata untuk membantu para korban bencana gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT). Keberangkatan pria yang akrab dipanggil Densu ini bukan tanpa alasan; ia mengaku ingin memenuhi janji pribadi setelah sebelumnya sangat sibuk dengan berbagai agenda komersial dan peluncuran film.

Denny Sumargo, yang juga mantan atlet basket nasional, merasa ada dorongan moral dalam dirinya untuk membantu orang-orang di kamp pengungsian yang sangat membutuhkan bantuan. Menurutnya, situasi yang terjadi di Indonesia saat ini seharusnya memanggil kita untuk lebih peduli, dan ia ingin tahu apa yang bisa ia bantu lewat kontribusinya sendiri, itulah janjinya.

Pilih Tenda daripada Hotel

Biar bisa benar-benar merasakan penderitaan para penyintas bencana, Densu mengambil keputusan ekstrem dengan menolak fasilitas hotel. Ia memilih untuk menghabiskan malam di dalam tenda darurat. Langkah ini diambil agar ia bisa memahami kondisi nyata yang terjadi di lapangan secara langsung.

Menariknya, Densu mengaku kalau tidur di tenda sebenarnya bukan hal baru baginya. Ia sudah terbiasa tidur di tenda karena sering mengikuti berbagai program petualangan. Jadi, meskipun tujuannya untuk berempati, ia sudah punya bekal pengalaman untuk bertahan di situasi seperti itu.

Fokus pada Pendidikan Anak-anak

Hal yang paling menyentuh hati Densu saat berada di NTT adalah melihat fasilitas pendidikan yang hancur total akibat guncangan gempa. Ia melihat sekolah-sekolah rata dengan tanah, yang membuat para siswa terpaksa belajar di ruang terbuka selama berminggu-minggu.

Kondisi belajar yang memprihatinkan ini terjadi di lahan kosong, di bawah terik matahari, bahkan di tengah tenda selama hampir satu bulan. Densu sempat bertanya kepada warga setempat, dan ternyata mereka lebih memprioritaskan pembangunan sekolah bagi anak-anak dibandingkan rumah mereka sendiri. Hal inilah yang memicu Densu untuk menginisiasi penggalangan dana bertajuk 'seribu rupiah' guna membangun kembali sekolah yang rusak.

Kolaborasi Distribusi Bantuan

Agar bantuan yang diberikan tidak berantakan dan tepat sasaran, Densu bekerja sama dengan tim relawan kemanusiaan Cakra Abhipraya. Tim relawan inilah yang membantu mendata kebutuhan apa saja yang paling mendesak dan menentukan titik distribusi logistik yang akurat.

Bantuan yang disalurkan tidak hanya fokus pada renovasi sekolah. Densu memberikan prioritas pada kebutuhan dasar yang sangat vital, terutama karena para pengungsi sedang mengalami krisis air bersih. Bantuan tersebut mencakup fasilitas air bersih, pembuatan sumur bor, berbagai barang kebutuhan untuk bertahan hidup (survival goods), hingga alokasi dana tunai untuk pembangunan fasilitas mandi dan kebutuhan lainnya.

Densu juga mengamati bahwa sudah ada tenda-tenda dari BNPB milik pemerintah di lokasi bencana. Namun, ia menekankan bahwa penanganan bencana skala besar dengan kerusakan infrastruktur yang masif seperti ini membutuhkan aksi kolektif dari berbagai pihak agar penanganannya lebih maksimal.

Setelah program pembangunan sekolah selesai, yang diperkirakan memakan waktu sekitar 15 hari, Densu berjanji akan terbang kembali ke NTT. Ia ingin melihat langsung proses serah terima donasi pembangunan sekolah tersebut. Jika waktunya memungkinkan, ia akan hadir secara pribadi, atau setidaknya akan tetap memastikan bantuan sampai melalui tim relawan.

Dengan informasi dari sumber publik, Wikipedia, YouTube, Instagram, dan TikTok.